Satujuang, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), menyatakan kesiapannya untuk mengungkap fakta terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang.
Dalam wawancara eksklusif di salah satu stasiun TV Swasta pada Jumat (28/2), Ahok menegaskan bahwa ia tidak gentar menghadapi pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan meminta agar persidangan kasus tersebut di laksanakan secara terbuka.
“Saya hanya minta kepada pak jaksa agar menggelar sidang terbuka agar di seluruh republik ini dengar” ujarnya.
Ahok pun mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya di Pertamina, ia telah merekam beberapa rapat penting.
Rekaman tersebut menurutnya, layak di siarkan secara live jika sidang kasus korupsi ini di buka untuk publik, sehingga seluruh rakyat dapat menyaksikan proses pengungkapan fakta dan apa yang terjadi di balik layar.
Kritik tajam pun di lontarkan Ahok terkait mekanisme pengujian kualitas minyak, Ia berpendapat bahwa pemeriksaan terhadap minyak seharusnya di lakukan sejak tahap pembelian, bukan hanya setelah kedatangan di Tanjung Priok.
“Kita memiliki insinyur yang kompeten untuk melakukan uji coba sejak awal. Jika tidak, mungkin sudah waktunya untuk evaluasi ulang sistem pengawasan di Pertamina,” tambahnya.
Kejaksaan Agung telah membuka peluang pemeriksaan bagi semua pihak yang di duga terlibat atau memiliki informasi mengenai kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan KKKS untuk periode 2018-2023.
Dalam keterangannya, Dirdik Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, menyatakan bahwa setiap pihak, baik berdasarkan keterangan saksi maupun bukti dokumen akan di panggil untuk memberikan keterangan.
Hingga kini, 9 tersangka telah di tetapkan, melibatkan pejabat tinggi di berbagai unit usaha Pertamina dan afiliasinya. Berita Selengkapnya: di sini
Meski belum ada konfirmasi apakah Ahok akan di panggil sebagai saksi, sikap terbukanya dalam mengungkap rekaman rapat dan menuntut transparansi dalam persidangan menunjukkan komitmennya terhadap upaya penegakan hukum.
“Saya siap dan senang membantu mengusut tuntas persoalan ini,” tutur Ahok. (AHK)






