Media Dilarang Liput Mediasi Hingga Kaca Mobil Dipecahkan, Massa Ricuh Duduki Dekanat FH Unib

Satujuang.com – Pihak Dekanat Fakultas Hukum Unib bersama perwakilan mahasiswa dari aliansi BEM se-Universitas Bengkulu yang menggelar aksi unjuk rasa akhirnya melakukan mediasi dan dialog terbuka, Selasa (24/8/21).

Dalam pertemuan tersebut, tampak belasan perwakilan dari mahasiswa menuruti ajakan dari pihak Dekanat Fakultas Hukum untuk dilakukan dialog terkait tuntutan massa, di salah satu ruangan yang berada di dalam Gedung Dekanat Fakultas Hukum Unib.

Namun saat sejumlah awak media ingin ikut serta masuk ke dalam gedung untuk melakukan peliputan dan mengambil gambar pertemuan, sejumlah rekan jurnalis dari berbagai media dilarang untuk melakukan peliputan terhadap pertemuan atau mediasi tersebut.

Sejumlah awak media tersebut dicegat dan dilarang masuk serta dilarang untuk melakukan peliputan di dalam gedung oleh salah seorang staff, diduga berasal dari Dekanat FH Unib serta pihak keamanan kampus.

Di sisi lain tepat di halaman gedung di mana aksi unjuk rasa masih berlangsung, terjadi chaos dan aksi saling dorong hingga ricuh antara massa dengan sejumlah pihak keamanan kampus yang bertugas.

Aksi memanas tersebut terjadi lantaran kaca depan mobil yang digunakan mahasiswa untuk membawa sound sistem pecah, diduga dipukul oleh salah satu petugas keamanan yang berjaga.

“Kami minta kaca mobil kendaraan kami yang pecah diganti. Kenapa kaca kendaraan kami dipecahkan,” teriak massa.

Aksi tersebut sempat memanas hingga berulang kali terjadi aksi saling dorong antara massa dengan pihak keamanan kampus. Dalam konflik yang terjadi di luar gedung massa kemudian memaksa naik ke lantai dua gedung Dekanat FH Unib. Massa memasang spanduk sebagai bentuk penolakan terhadap tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan. (rb)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *