Pasca Tali Seling Jembatan Putus, Danrem 041/Gamas Janjikan Perbaikan dan Santunan Korban

Seluma, Satujuang.com – Komandan Korem (Danrem) 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto SE M.Han., turun langsung meninjau jembatan gantung di antara Desa Bandung Agung (Kecamatan Semidang Alas) dan Desa Gelombang (Kecamatan Semidang Alas Maras), Kabupaten Seluma, Jumat (16/10/26).

Peninjauan itu turut didampingi oleh Camat Semidang Alas beserta para kepala desa setempat.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Danrem menyatakan bahwa putusnya tali seling jembatan yang baru saja direhabilitasi diduga kuat akibat kelebihan kapasitas (overload).

Meskipun rambu peringatan batas maksimal muatan telah dipasang di tiang jembatan—yakni maksimal 3 orang dan 1 sepeda motor—imbauan tersebut dinilai belum dipatuhi secara optimal oleh para pengguna.

“Penyebab jembatan yang baru direhab ini karena over load kapasitas, padahal sudah ada terpampang peringatan jelas di tiang jembatan maksimal itu 3 orang dan 1 sepeda motor. Memang butuh kesadaran bersama di sini, dan nanti tulisan peringatan akan kita perbesar lagi,” tegas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto.

Sebagai langkah tanggap darurat, Danrem memastikan pihaknya telah menginstruksikan pihak kontraktor agar segera memperbaiki kabel seling penahan yang putus.

Perbaikan kilat ini diharapkan bisa memulihkan fungsi jembatan sebagai akses vital warga dan anak-anak sekolah.

“Kita secepatnya akan memperbaiki kembali jembatan vital ini, supaya kembali bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, dan anak-anak sekolah,” imbuhnya.

Tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur fisik, Danrem juga memastikan jajarannya akan turun tangan memberikan santunan secara langsung kepada para petani yang menjadi korban luka-luka dalam insiden tersebut.

“Nanti jajaran akan menyambangi kediaman para petani yang luka-luka kemarin, akan kita berikan santunan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden putusnya kabel penggantung di sisi kanan jembatan pada Kamis (15/10) sekitar pukul 16.40 WIB sempat membuat struktur lantai jembatan miring drastis ke arah hilir sungai.

Peristiwa itu menyebabkan dua unit sepeda motor tersangkut serta melukai empat warga petani asal Kecamatan Semidang Alas Maras.

Masing-masing korban atas nama Ardianto (35) warga Desa Tedunan, Relan (60) warga Desa Ketapang Baru, Bintang (28) warga Desa Genting Juar, dan Yes (42) warga Kelurahan Pajar Bulan. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *