Seluma, Satujuang.com – Persoalan pribadi yang sempat memicu kehebohan publik terkait skandal mesra dalam mobil di Kabupaten Seluma, akhirnya resmi berakhir di meja perdamaian.
Kedua belah pihak yang terlibat sepakat menyudahi konflik tersebut secara baik-baik melalui jalur musyawarah kekeluargaan demi menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat.
Proses penandatanganan kesepakatan damai ini berlangsung di Kota Bengkulu pada Minggu (17/5), dengan dihadiri oleh pihak keluarga besar masing-masing serta tokoh lingkungan setempat.
Oknum guru PPPK di salah satu SD Negeri di Kecamatan Talo, RA (43), bersama pihak keluarga dari NN (istri H), menyatakan telah saling memaafkan dan mengubur dalam-dalam persoalan tersebut.
“Iya pak, saya mengakui khilaf saya dan kami sudah sepakat berdamai dalam masalah itu,” ungkap RA secara jujur kepada awak media, Senin (18/5/26).
Dalam kesempatan itu, RA juga meluruskan isu miring yang menyebut dirinya sengaja menghilang atau kabur dari tanggung jawab setelah video skandalnya mencuat dan viral di media sosial.
Ia menegaskan bahwa keberadaannya di Kota Bengkulu murni untuk menjalani perawatan medis secara intensif, bukan sebagai upaya melarikan diri dari pusaran masalah yang sedang dihadapi.
“Saya memang kini sedang di Bengkulu karena sedang menjalani perawatan sakit yang saya derita kini. Yang jelas saya tidak pernah kabur dari masalah,” terangnya membantah rumor tersebut.
Sebagai bukti hukum yang mengikat, kesepakatan damai tersebut telah dituangkan secara tertulis ke dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas meterai.
Prosesi perdamaian kekeluargaan tersebut juga disaksikan langsung oleh Ketua RT setempat untuk memastikan tidak ada lagi tuntutan hukum lanjutan di masa yang akan datang.
Dengan tercapainya titik temu ini, pihak keluarga berharap masyarakat serta warganet tidak lagi memperkeruh suasana dengan menyebarkan kembali spekulasi negatif di jagat maya. (da)











