Zulasmi Octarina Ingatkan Warga Waspada Penipuan Catut Namanya

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Zulasmi Octarina, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap aksi penipuan yang mencatut namanya melalui aplikasi WhatsApp.

Informasi tersebut disampaikan Zulasmi melalui unggahan di akun WhatsApp miliknya, menyusul laporan sejumlah pihak yang menerima pesan mencurigakan.

Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa pelaku menggunakan pendekatan awal yang terkesan akrab untuk mengelabui calon korban.

Pesan penipuan umumnya diawali dengan sapaan, “Assalamualaikum wr wb, apa kabar say,” guna membangun kedekatan dengan penerima pesan.

Pada pesan lain, pelaku mengaku sebagai Zulasmi dan meminta bantuan kepada penerima pesan.

Modus yang digunakan antara lain permintaan untuk membantu “ponakan” pelaku melakukan negosiasi harga barang melalui sambungan telepon, dengan alasan sedang berada di acara dan tidak bisa mengangkat telepon.

Salah satu percakapan panjang terjadi dengan seorang bernama Ferly, di mana pelaku meminta Ferly melakukan komunikasi via telepon.

Pelaku juga mengirimkan foto sebuah acara yang tidak diketahui lokasi maupun kegiatannya kepada Ferly.

Selanjutnya, pelaku menyampaikan akan menelepon setelah acara selesai dan meminta izin untuk membagikan nomor Ferly kepada pihak yang disebut sebagai “ponakan”.

Disebutkan pula terjadi panggilan singkat selama sekitar tujuh detik, setelah itu Ferly mencoba menghubungi kembali dan menerima balasan singkat dari pelaku.

Selain itu, percakapan serupa juga dilakukan pelaku menggunakan nomor berbeda dengan kalimat, “Bantuin ponakanku negosiasikan harga barang via telp sebentar za, siapa tau rezeki za.”

“Pesan-pesan tersebut bukan berasal dari saya. Saya mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak menanggapi permintaan apa pun yang mengatasnamakan saya, terlebih yang berkaitan dengan transaksi, negosiasi, atau permintaan data pribadi,” imbau Zulasmi, Minggu (14/12/25).

Adapun nomor WhatsApp yang diduga digunakan pelaku penipuan dan telah dicantumkan dalam unggahan tersebut, antara lain:

  • +62 812-4789-0410
  • +62 852-4214-9661
  • +62 813-6220-879
  • +62 838-3642-1563
  • +62 813-1521-5519
  • +62 822-3428-9384

Zulasmi meminta masyarakat untuk segera melakukan pemblokiran dan melaporkan nomor-nomor tersebut kepada pihak berwenang maupun fitur pelaporan di aplikasi WhatsApp guna mencegah korban lainnya dari aksi penipuan serupa.

“Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban aksi ini,” pungkasnya.(Adv/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *