Satujuang, Blitar- Desa Gaprang memperkuat komitmen pencegahan narkoba. Upaya ini berhasil menempatkan mereka di urutan ke-7 dari 10 besar penilaian Desa Bersinar Jatim Awards 2025 yang diselenggarakan BNPP Jawa Timur.
“Tujuan kami asistensi adalah mendampingi peserta lomba,” kata Ketua Tim Asistensi Awards 2025, Suyud Puguh, Rabu (29/10/25).
Ia menambahkan, ini agar kekurangan penilaian sebelumnya dapat terpenuhi, sebab akan ada penilaian lanjutan.
Suyud Puguh, menjelaskan hasil penilaian. Desa Gaprang meraih 76,9 poin, menempati urutan ke-7 dari 10 besar, sebuah pencapaian luar biasa.
“Setelah kekurangan dipenuhi dalam satu minggu, akan dinilai lagi,” jelasnya. Suyud berharap nilai Desa Gaprang bisa naik, bahkan berpotensi meraih juara satu.
Proses penilaian dimulai dengan babak penyisihan untuk mencari 10 desa terbaik. Setelah asistensi, peserta diberi waktu satu minggu untuk melengkapi semua kekurangannya.
Suyud menyoroti pentingnya menambahkan 10 kesenian Desa Gaprang. Kesenian potensial yang disebut ‘ekonik’ itu kurang muncul dalam video presentasi awal.
“Data dukung juga penting untuk memenuhi syarat barang bukti,” tegasnya. Ini memastikan bahwa yang disampaikan dalam video Desa Gaprang benar-benar ada.
Suyud menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kades Gaprang serta jajaran Forkopimcam. Danramil dan Kapolsek juga disebut telah berpartisipasi penuh dalam ajang ini.
Kades Gaprang Asharul Fahruda berterima kasih atas kunjungan tim asistensi BNN Provinsi Jawa Timur.
“Memang kita perlu memperbaiki terkait dengan video maupun data yang harus kita upload,” tuturnya.
Asharul Fahruda diberi waktu seminggu untuk melengkapi video dan data. “Kami akan cukupi sebelum satu minggu,” jlentehnya, guna mendukung tujuh indikator panitia.
Ia berharap setelah asistensi, pelaksanaan pencegahan narkoba di Desa Gaprang akan lebih baik dan tertata. Pemdes Gaprang mendukung program BNN Kabupaten, BNK Provinsi, dan BNP Pusat.
Asharul sangat optimis apabila semua kekurangan telah dilengkapi dan hasil evaluasi ada. Ia hanya perlu melengkapi, merekap, dan mengunggah kelengkapan data.
“Kita optimis menjadi terbaik,” tutupnya. Apresiasi tim asistensi membuat dirinya lebih bersemangat melindungi masyarakat Desa Gaprang dari bahaya narkoba. (Herlina)











