Tinggal di Puing, Warga Perumahan Rafflesia Asri Bengkulu Jadi Korban Mangkraknya Pembangunan Pascagempa

Satujuang, Bengkulu – Empat bulan pascagempa magnitudo 6,3 yang mengguncang Bengkulu pada Mei 2025, puluhan warga Perumahan Rafflesia Asri, Kelurahan Betungan, masih harus bertahan di tengah kondisi rumah yang rusak berat.

Pembangunan kembali rumah mereka hingga kini mangkrak, meski dana bantuan tahap pertama sudah dicairkan 40 persen dari total Rp60 juta per unit.

Kondisi di lapangan memperlihatkan progres yang nyaris tak berarti. Dari 27 unit rumah rusak berat, hanya lima rumah yang baru terlihat pondasi. Sebagian lain ada yang masih berupa lubang galian tanpa tindak lanjut pembangunan.

“Bahkan tukang banyak yang sudah pulang meninggalkan lokasi. Tumpukan besi, papan, dan pasir sudah sekitar sebulan menumpuk tapi tidak dikerjakan,” ungkap salah seorang warga kepada Satujuang.com, Selasa (30/9/25).

Warga juga menyoroti dugaan penggunaan material bermasalah. Pasir yang dipakai diduga merupakan pasir laut, yang berisiko menimbulkan karat pada besi dan mengurangi kualitas bangunan.

Vendor pelaksana yang ditunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga disebut warga tidak transparan dan sering menunda pekerjaan dengan alasan klasik.

“Kalau ditanya jawabnya ‘besok kerja, besok kerja’, tapi tak ada realisasi. Kalau untuk rumah rusak sedang dan ringan sudah mulai diperbaiki karena dikerjakan secara mandiri oleh pemilik rumah,” tegas warga.

Dalam skema bantuan, BPBD Kota Bengkulu hanya bertugas mencairkan dana. Untuk rumah rusak ringan dan sedang, bantuan langsung ditransfer ke rekening penerima.

Namun untuk rusak berat, pencairan dilakukan lewat pihak ketiga atau vendor yang ditunjuk langsung BNPB.

Kondisi mangkraknya pembangunan membuat warga semakin terpuruk, harus bertahan di rumah sementara atau bahkan di sisa puing bangunan.

Sorotan kini mengarah pada lemahnya pengawasan BNPB terhadap vendor pelaksana yang dinilai menjadi biang keterlambatan.

Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak BNPB maupun vendor belum memberikan keterangan resmi terkait lambannya pembangunan rumah warga Rafflesia Asri. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *