Barcode Siluman Masih Leluasa Isi BBM Subsidi di SPBU Tais, Pertamina Bungkam

Satujuang, Seluma— Penyalahgunaan barcode di SPBU Tais Kabupaten Seluma, kian terang benderang, hari ini Selasa (2/9/25) praktik penggunaan barcode milik orang lain untuk membeli BBM subsidi masih dilakukan disana.

Padahal pola anomali sudah terdeteksi sejak 19, 26, 31 Agustus hingga 1 September 2025, pihak Pertamina terkesan cuek saja.

Fakta ini menegaskan bahwa pola penyalahgunaan bukan sekadar insiden, melainkan praktik berulang yang lolos tanpa koreksi.

Lebih parah, pihak Pertamina Patra Niaga Wilayah Bengkulu memilih bungkam ketika dikonfirmasi Satujuang.com terkait dugaan kelalaian pengawasan tersebut.

Sikap diam Pertamina justru memperkuat kesan adanya pembiaran. Padahal, prosedur Program Subsidi Tepat jelas mewajibkan operator SPBU untuk memverifikasi kesesuaian barcode dengan kendaraan. Ketika tidak cocok, transaksi wajib ditolak dan dilaporkan.

“Hari ini masih juga dilakukan, kami kembali tidak bisa mengisi BBM hari ini karena kelakuan oknum tersebut,” tegas pemilik sah barcode yang merasa dirugikan.

Sebelumnya, praktisi hukum Nasarudin SH MH C.Me beberapa waktu lalu sempat menegaskan bahwa kelalaian berulang ini berpotensi menyeret SPBU maupun operator ke ranah hukum.

“Jika terbukti lalai, sanksi administratif bisa dijatuhkan Pertamina, mulai peringatan, denda, hingga pemutusan kontrak. Tetapi kalau ada unsur kesengajaan, petugas SPBU dapat dijerat pidana karena turut serta memfasilitasi penyalahgunaan,” jelasnya.

Ketiadaan tindakan korektif dari Pertamina ketika pola pelanggaran terus berulang justru menimbulkan pertanyaan besar.

Apakah perusahaan energi plat merah ini serius menegakkan aturan subsidi tepat, atau sekadar menjadikannya jargon tanpa pengawasan nyata?

Ketika publik menanggung dampak dari kuota subsidi yang habis lebih cepat akibat barcode siluman, diamnya Pertamina bukan sekadar sikap defensif, melainkan alarm tentang rapuhnya tata kelola pengawasan di hilir distribusi energi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *