Klampok Kota Blitar Masuk 5 Besar Nominator Terbaik Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar – Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, berhasil lolos sebagai 5 besar nominator terbaik Regional Barat pada Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional setelah melalui tahapan seleksi dokumen.

Berdasarkan ketentuan yang disampaikan oleh BPOM RI, tahapan seleksi akan

dilanjutkan ke tahap wawancara, melalui virtual bertempat di Ruang ISC, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Blitar, Jl. Dr. Moh. Hatta No.05, Sentul, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (30/7/25).

Dengan penilaian oleh Tim Penilai dari Kementerian/Lembaga terkait, seperti BPOM RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan BKKBN.

Lurah Klampok Muhammad Caesar Alfonso usai mengikuti penilaian secara virtual mengucapkan terima kasih Alhamdulillah karena Kelurahan Klampok masuk grand final 5 besar wilayah Barat dalam penilaian Kelurahan Pangan Aman yang merupakan program program nasional.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota dan juga seluruh perangkat daerah yang sudah memberikan dukungan supportnya dan juga kerja samanya hingga kita sampai saat ini masuk dalam 5 besar,” kata Caesar panggilan akrabnya.

Menurut Caesar siapapun nanti yang akan menempati posisi Lurah maupun perangkat di kelurahan Klampok tinggal menjalankan saja, program program yang sudah menjadi pondasi di Kelurahan Klampok pasti terus berjalan, karena masyarakat sangat komitmen, optimis dan bekerja samanya baik.

“Jari awal 2024 ketika Wali Kota sebelumnya menetapkan Kelurahan Klampok mewakil kota Blitar dan mewakil Jatim kita langsung punya komitmen bahwa program ini harus berjalan, dan Alhamdulillah program pangan aman yang sudah kita jalankan ternyata linier dengan program-program inovasi yang ada di Kelurahan Klampok,” ungkapnya.

Caesar meyakini yang mendapatkan apresiasi dari tim penilai pada saat penilaian adalah yang pertama program inovasi pementasan stunting, kedua

sinergitas perangkat-perangkat Daerah seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Ketahanan Pangan dan Balai POM ikut menyukseskan program.

“Ketika ditanyai semua Selaras sinkron dengan apa yang tim nilai,” ujarnya.

Caesar berharap program pangan aman ini jangan hanya untuk formalitas saja karena ada penilaian lomba, tetapi ini harus benar-benar berjalan dan harus diaplikasikan setiap hari di setiap warga masyarakat, jadi menjadi suatu budaya sehat budaya bersih dari masyarakat untuk menjaga pangannya, untuk diberikan keluarganya supaya masyarakat bisa senantiasa sehat senantiasa Sejahtera tanpa adanya masalah-masalah keracunan pangan di kemudian hari.

“Dikemudian hari siapapun yang memimpin Kelurahan nanti siapapun RT RW nanti program ini harus tetap berjalan,” pungkasnya. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *