Jakarta- Presiden Prabowo Subianto memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 306,69 triliun.
Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 22 Januari 2025.
Dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota untuk melakukan efisiensi belanja anggaran di tingkat kementerian/lembaga dan daerah.
Dari total pemangkasan, Rp 256,1 triliun berasal dari efisiensi belanja kementerian/lembaga, sementara Rp 50,59 triliun berasal dari transfer ke daerah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pemangkasan anggaran ini ditujukan untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap asupan gizi.
“Presiden ingin program MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara merata,” ujar Prasetyo di Jakarta, Kamis (23/1/25).
Laba Bersih BCA Tembus Rp 54,8 Triliun di 2024
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 54,8 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan total kredit sebesar 13,8 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 922 triliun.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyebutkan bahwa kualitas pembiayaan perusahaan terus membaik dengan rasio loan at risk (LAR) turun dari 6,9 persen pada 2023 menjadi 5,3 persen pada 2024.
Pertumbuhan kredit korporasi mencapai 15,7 persen YoY menjadi Rp 426,8 triliun, sementara kredit komersial naik 8,9 persen YoY menjadi Rp 137,9 triliun.
Kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM) juga tumbuh signifikan sebesar 14,8 persen menjadi Rp 123,8 triliun.
Portofolio kredit konsumer meningkat 12,4 persen YoY menjadi Rp 223,7 triliun, didukung oleh kredit kendaraan bermotor (KKB) yang naik 14,8 persen YoY dan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 11,2 persen YoY.
Kredit kendaraan listrik mencatat pertumbuhan luar biasa hingga 84,2 persen YoY dengan total Rp 2,3 triliun, sementara Sustainability Linked Loan (SLL) mencapai Rp 1 triliun, naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan yang konsisten di berbagai segmen, BCA memperkuat posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.(Red/kumparan)






