Jakarta- ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata yang penuh dengki atau hasad.
Dalam Islam, ‘ain dianggap sebagai hal yang nyata dan dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang.
Rasulullah SAW bersabda: “Ain adalah hak (benar). Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang bisa mendahuluinya.” (HR Muslim & Tirmidzi).
Peringatan ini menekankan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari pengaruh buruk ‘ain.
Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk meminta perlindungan Allah Ta’ala dari ‘ain:
1. “A’uudzu bi kalimaatillaahit taammati min kulli syai-thaanin wa haammatin, wa min kulli ‘ainin laam-matin.” (HR Bukhari No. 3.371)
2. “A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.” (HR Muslim dan Ibnu Sinni)
Meskipun ‘ain dapat membahayakan, umat Muslim perlu ingat bahwa sihir dan ‘ain tidak bisa mencelakai tanpa izin Allah SWT (QS. Al-Baqarah: 102).
Oleh karena itu, penting untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu ‘ain dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.(Red/detik)











