Satujuang- Insiden memalukan sempat terjadi saat Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada Kamis (19/9/24) kemarin.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaur, Mukhlis Aryanto, terlibat pertengkaran dengan salah satu anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dari Kecamatan Lungkang Kule.
Hampir berujung adu jotos, kejadian ini terjadi saat jeda istirahat Rapat Pleno yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Padang Kempas kabupaten Kaur.
Awalnya rapat yang dihadiri Bupati Kaur, H Lismidianto, beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), sejumlah narasumber dari kepolisian, Kesbangpol, serta perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan partai politik tersebut berjalan lancar.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, suasana berubah tegang saat terjadi perdebatan panas di depan pintu masuk utama gedung saat waktu istirahat makan siang. Awak media yang berada di lokasi langsung menuju pusat kerumunan setelah mendengar kegaduhan.
Mukhlis terlihat dipegang anggota Panwascam dan dibawa masuk ke dalam ruangan. Beberapa awak media mengikuti mereka masuk ke dalam ruangan menyaksikan bagaimana Ketua KPUD tersebut terlihat sangat marah.
Mukhlis terlihat menggebrak meja dan berteriak dengan nada tinggi, sambil mengucapkan kalimat dalam dialek daerah yang menggambarkan kemarahannya. Sayangnya, hingga meninggalkan lokasi, awak media tidak berhasil mendapatkan klarifikasi langsung dari ketua KPUD.
Salah seorang anggota Panwascam yang berhasil dimintai keterangan mengatakan pertengkaran diawali saat dipertanyakannya status mereka sebagai undangan resmi atau bukan, serta terkait biaya transportasi kehadiran.
Ketidakjelasan mengenai hal inilah yang diduga menjadi pemicu awal dari pertikaian yang nyaris berubah menjadi adu fisik tersebut.
“Kan bisa kita bicarakan baik-baik, dengan memberikan penjelasan untuk menghindari hal semacam ini terjadi,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Ketua KPUD Kaur maupun anggota Panwascam yang menjadi lawannya belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. (Tas)











