Satujuang- Bulan suci Ramadan telah berlalu dengan baik, serta momentum keistimewaan hari raya Idulfitri telah kita nikmati.
Saat ini, kita memasuki bulan Syawal yang mengawali tahun hijriyah. Untuk memanfaatkan keberkahan bulan yang baik ini, ada beberapa ibadah yang bisa kita lakukan.
Pertama, menjalankan puasa selama enam hari di bulan Syawal. Puasa ini memberikan pahala seolah telah berpuasa satu tahun penuh, dan dimulai pada tanggal 2 Syawal atau setelah Idul Fitri dengan niat yang tegas.
Kedua, beriktikaf di masjid. Iktikaf bukan hanya terbatas pada bulan Ramadan, tetapi juga bisa dilakukan di bulan Syawal.
Ini merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ketenangan meski bulan Ramadan telah berlalu.
Ketiga, bulan Syawal juga menjadi waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Rasulullah SAW sendiri melangsungkan pernikahannya di bulan ini, sehingga banyak umat muslim mengikuti jejak beliau dalam melaksanakan ibadah pernikahan.
Keempat, bersilaturahmi dengan sanak saudara sesama muslim. Silaturahmi menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari kemeriahan hari raya Idulfitri. Ini adalah ibadah yang mudah dilakukan dan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Terakhir, melanjutkan tadarus Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dianjurkan dilakukan setiap hari, termasuk di bulan Syawal.
Bulan Syawal dianggap sebagai salah satu bulan terbaik setelah Ramadan, sehingga membaca Al-Qur’an di bulan ini akan mendatangkan pahala, terutama jika disertai dengan salat malam.
Dengan menjalankan ibadah-ibadah tersebut di bulan Syawal, kita dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang melimpah.(NT/idntimes)






