Jakarta – Aksi para pengunjuk rasa asal Bengkulu di depan gedung KPK masih berlangsung hingga hari ini, Senin (8/5/23).
Para pengunjuk rasa menunjukkan konsistensi rencana mereka untuk terus melakukan aksi unjuk rasa selama seminggu penuh di depan gedung KPK Jakarta.
“Tadi kita sempat diundang masuk, tapi kami menolak untuk berurusan dengan pihak Dumas,” terang Rustam Efendi, salah satu peserta aksi dalam keterangannya.
Diterangkan Rustam, besok mereka diminta pihak KPK untuk kembali lagi kesana. Dirinya berharap pada Selasa (9/5) besok mereka bisa dipertemukan dengan Komisioner KPK secara langsung.
Aksi kali ini, tuntutan yang pada aksi sebelumnya, hari ini bertambah 2 menjadi 7 perkara dugaan korupsi yang terjadi di Bengkulu mereka suarakan.
“Besok kita minta langsung bertemu dengan Komisioner KPK,” tegas Rustam menambahkan.
Dalam pemaparannya, perkara dugaan korupsi yang mereka suarakan terbanyak dari kabupaten Lebong, kemudian Provinsi Bengkulu lalu Kota Bengkulu.
2 tuntutan tambahan hari ini, yang pertama mereka meminta penegak hukum mengusut dugaan kerugian negara yang terjadi di Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu.
Kemudian meminta KPK periksa kegiatan DAK Diknas Kabupaten Lebong tahun anggaran 2022 yang diduga syarat dengan penyimpangan dan diduga kuat jadi ladang Korupsi. (Red)











