Bengkulu – Wakil Wali (Wawali) Pemkot Bengkulu Nahdlatul Ulama minta camat dan lurah aktif turun ke lapangan tampung aspirasi masyarakat.
“Tolong turun ke lapangan, tampung apa-apa saja yang jadi polemik di tengah masyarakat,” ujar Dedy dalam Musrenbang tingkat kecamatan, Selasa (14/2/23).
Apabila tak selesai dengan Lurah dan Camat, kata Dedy, masyarakat boleh sampaikan langsung aspirasinya ke nomor whatsapp (WA) Wali Kota dan Wawali.
Dirinya juga meminta perangkat kelurahan dan kecamatan agar selalu terbuka dan tak ada batasan seperti dirinya dan Wali Kota, 24 jam selalu siap melayani masyarakat.
Karena, kata Dedy, pada dasarnya pembangunan tak menyoal fisik saja, non fisik juga menjadi skala prioritas.
Melalui berbagai program Dedy Wahyudi, seperti BPJS gratis, merdeka ijazah, merdeka sampah dan lainnya.
Berdasarkan indeks pembangunan manusia (IPM) di tingkat kabupaten/kota, Pemkot Bengkulu sudah mencapai kategori “tinggi” dengan angka 80,99
“Intinya kita ingin warga Pemkot Bengkulu bahagia dengan hadirnya pemerintah,” tutupnya.
Dedy Wahyudi berharap, melalui Musrenbang ini, masukkan yang disampaikan bakal disusun untuk dijadikan sebagai perencanaan pembangunan nantinya.
Adapun aspirasi yang disampaikan meliputi masalah lampu jalan, merdeka sampah hingga masalah program di tengah masyarakat.
Saat kegiatan, Nahdlatul Ulama bersama Anggota DPRD kota Solihin Adnan, Camat Ratu Samban Nofri Walihan mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai kelurahan. (Adv)











