Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri mengatakan Markas Besar Polri menyiagakan sebanyak 1.000 personel Brimob Nusantara.
Pasukan tersebut siap dikirim ke Papua apabila terjadi peningkatan gangguan keamanan.
“Kapolri sudah menyatakan akan menyiagakan 1.000 personel Brimob Nusantara yang dapat sewaktu-waktu diterbangkan ke Papua,” katanya, Rabu (10/1/23).
Fakhiri menambahkan ada 1.000 personel Brimob Nusantara yang disiagakan oleh Mabes Polri itu di luar personel Satuan Tugas Damai Cartenz.
Saat ini ada dua kompi Brimob Nusantara dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah hukum Polda Papua mengingat ada peningkatan sejumlah gangguan keamanan di beberapa daerah.
Ada sembilan kabupaten dan kota yang menjadi perhatian, yaitu Kabupaten Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Yahukimo, Pegubin, Nduga, Mimika, Jayawijaya, dan Kota Jayapura.
Selain mengerahkan pasukan, tambah Fakhiri, pihaknya juga berharap pemerintah daerah aktif mendekati kelompok-kelompok tersebut mengingat mereka adalah warga di daerah tersebut.
“Dekati dan rangkul mereka dengan memberikan kegiatan positif agar tidak melakukan tindak kriminal, ” ujar Fakhiri.
Ia menambahkan dari laporan yang diterimanya, terungkap mereka yang tergabung dalam kelompok bersenjata adalah pemuda tanggung yang seringkali melakukan aksi kriminal.
“Apabila pemda dengan semua tokoh turun tangan merangkul mereka diharapkan mengurangi gangguan keamanan, ” kata Fakhiri.
Mengenai situasi kamtibmas di Papua, Kapolda mengatakan relatif kondusif, walaupun ada daerah yang terjadi peningkatan gangguan keamanan, seperti Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Anggota Satgas Damai Cartenz sudah dikirim ke Oksibil dan berharap situasi kamtibmas di wilayah itu dapat segera kondusif,” pungkasnya. (red/nt)






