Satujuang, Tegal — Sikap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Rony Bernatt, yang acuh atas keluhan warga mengenai perbaikan jembatan yang rusak di kawasan proyek Daerah Irigasi (DI) Gung Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menimbulkan kekecewaan publik.
Tanggapan minim respons itu di nilai mencerminkan kurangnya perhatian serius pemerintah terhadap infrastruktur yang krusial bagi mobilitas warga.
Melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Rony menyampaikan bahwa pekerjaannya tidak sebatas di DI Gung semata dan enggan memberikan pernyataan lanjutan.
“Maaf Bu, pekerjaan saya bukan hanya di DI Gung dan mengurus berita-berita ini, dan untuk urusan jembatan tersebut sudah pernah kami jelaskan sebelumnya, silakan saja diberitakan, saya tidak perlu memberikan keterangan lebih lanjut. Terima kasih,” tulis Rony, Senin lalu (16/6/25).
Pernyataan itu memantik kritik dari sejumlah warga dan pengamat pelayanan publik.
Mereka menilai ada indikasi lemahnya pemetaan kebutuhan infrastruktur prioritas yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
Dua perwakilan dari instansi pusat, Astri dan Wildani, menekankan bahwa pengaduan masyarakat tetap harus di sampaikan secara resmi melalui call center 158 atau melalui formulir laporan masyarakat.
Kendati laporan serupa telah di sampaikan berkali-kali, belum terlihat ada langkah konkret di lapangan.
Seorang aktivis pelayanan publik yang enggan di sebutkan namanya menilai, pernyataan dari pihak BBWS mencerminkan sikap menghindar dari tanggung jawab langsung.
“Pernyataan tersebut seperti bentuk pengakuan tidak langsung bahwa sistem pengawasan dan pencatatan kondisi infrastruktur belum berjalan optimal. Warga merasa di biarkan, dan ini menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap urgensi masalah,” ujarnya.
Permasalahan jembatan sempit ini bukan semata soal teknis bangunan, tetapi menyentuh aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan publik yakni tanggung jawab, keterbukaan komunikasi, dan kecepatan respons birokrasi terhadap isu yang berdampak langsung oleh masyarakat. (Hera)






