Jakarta– Harga minyak dunia naik pada awal perdagangan sebanyak 10 sen menjadi US$84,56 per barel, Selasa (22/8/23).
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS diperdagangkan 9 sen lebih tinggi di level US$80,81 per barel
Dimana kontrak WTI yang berakhir September naik 11 sen ke level US$80,23 per barel.
Analis menyebut kenaikan harga minyak dipicu aksi tunggu pasar terhadap data persediaan minyak mentah dan bensin AS.
Analis sebelumnya sudah memperkirakan persediaan minyak mentah dan bensin AS turun minggu lalu.
Pasar juga fokus pada data awal PMI AS pada Agustus dan simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole yang keduanya akan dirilis akhir pekan ini.
Namun, kekhawatiran pasar atas perlambatan ekonomi China membatasi kenaikan harga minyak.
“Pelemahan ekonomi China membebani harga minyak dan akan menciptakan batas atas harga minyak tahun ini, terutama karena Beijing tampaknya berkomitmen untuk menghindari stimulus fiskal skala besar,” ujar Eurasia Group dalam sebuah catatan.
Selain ekonomi China, minyak juga mendapatkan beban dari data ekonomi AS selama beberapa minggu terakhir yang mendukung ekspektasi bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Hal itu meredam prospek permintaan minyak dan berbagai barang konsumen sehingga kenaikan harganya tertahan.(cnn)











