Pemdes Blau Tetapkan APBDes 2026, Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan

Lebong, Satujuang.com–Pemerintah Desa Blau Kecamatan Lebong Atas menggelar musyawarah desa penetapan dan pengesahan APBDes Tahun Anggaran 2026. Kamis (21/5/26).

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur desa dan stakeholder terkait guna memastikan program pembangunan berjalan transparan dan tepat sasaran.

Musyawarah desa tersebut dihadiri anggota BPD, pihak kecamatan, pendamping desa, perangkat desa, serta keterwakilan masyarakat Desa Blau. Seluruh peserta mengikuti pembahasan program desa secara terbuka sebelum dilakukan penetapan APBDes.

Pjs Kepala Desa Blau, Nori Yohanes, mengatakan pemerintah desa telah menetapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026.

Program tersebut mencakup bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat hingga dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades.

“Untuk tahun 2026, Pemdes Blau telah menyusun dan menetapkan beberapa kegiatan prioritas desa. Mulai dari bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat hingga dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades,” ujar Nori Yohanes saat diwawancarai media.

Ia menjelaskan, dalam bidang pembangunan pemerintah desa akan melaksanakan kegiatan pemeliharaan lingkungan pemukiman masyarakat serta pembangunan SPAL guna mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan desa.

Selain itu, pemerintah desa juga menyiapkan beberapa program pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan bagi warga. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mendukung perekonomian desa.

“Semua program yang ditetapkan ini merupakan hasil musyawarah bersama. Kami ingin seluruh proses berjalan transparan dan diketahui masyarakat, sehingga pembangunan desa benar-benar sesuai kebutuhan warga,” jelasnya.

Menariknya, pada tahun 2026 Pemdes Blau juga menganggarkan pengadaan alat berburu babi untuk masyarakat.

Program tersebut dilakukan sebagai upaya membantu petani mengurangi gangguan hama babi yang selama ini merusak tanaman kebun warga.

Menurut Nori Yohanes, persoalan hama babi menjadi salah satu keluhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah desa. Karena itu, pengadaan alat berburu babi dinilai penting untuk membantu warga menjaga hasil pertanian mereka.

“Keluhan masyarakat terkait hama babi cukup banyak. Tanaman warga sering rusak. Maka melalui APBDes ini kami mencoba memberikan dukungan agar masyarakat bisa bersama-sama mengatasi hama tersebut,” katanya.

Tidak hanya fokus pada pembangunan dan pemberdayaan, Pemdes Blau juga tetap menjalankan program prioritas pemerintah pusat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Nori Yohanes berharap seluruh program yang telah disepakati dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Blau.

Ia juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan desa dapat terlaksana dengan baik.

“Kami berharap seluruh kegiatan yang sudah ditetapkan bisa berjalan maksimal dan membawa manfaat untuk masyarakat Desa Blau. Pemerintah desa tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan dan kebersamaan masyarakat sangat kami harapkan,” tutupnya. (ficky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *