Bengkulu, Satujuang.com — Komitmen etik yang digaungkan Rektor UNIB, Prof Dr Indra Cahyadinata, saat menyambut rencana pembentukan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) di lingkungan kampus menuai sorotan bernada ironi.
Sikap manis tersebut dinilai kontras dengan rekam jejak keterbukaan informasinya sendiri yang memilih bungkam saat dikonfirmasi perihal skandal dugaan pengondisian tender di universitas yang dipimpinnya.
Dalam agenda bincang santai di Pojok Scopus Fakultas Pertanian, Selasa (6/10/26), rektorat disebut menyambut hangat usulan pendirian lembaga uji tersebut demi menjaga mutu pers.
Kampus digadang-gadang siap menjadi benteng penguji integritas, kejujuran, dan kepatuhan kode etik bagi para jurnalis di Bengkulu.
Namun, semangat keterbukaan itu dinilai berseberangan dengan fakta di lapangan. Redaksi media ini pernah berulang kali melayangkan konfirmasi tertulis melalui pesan elektronik.
Bukan sekadar melayangkan pertanyaan, konfirmasi resmi tersebut turut melampirkan tangkapan layar bukti dugaan jejak digital dalam proses pengadaan proyek fisik kampus.
Salah satu bukti digital yang dikonfirmasi memuat pesan bertuliskan “dak usah ke ppk dlu”, yang diduga melibatkan komunikasi langsung pimpinan kampus dengan pihak penyedia jasa.
Hingga kini pihak rektorat tidak pernah memberikan tanggapan seputar indikasi bocornya dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) maupun perubahan spesifikasi pada proyek Peningkatan Bangunan Bekas Sekretariat Ormawa FISIP serta Rehab Atap UPA TIK TA 2026.
Berkas dugaan persekongkolan tender tersebut kabarnya telah dilaporkan secara resmi ke meja aparat penegak hukum di Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Ironi merebak tatkala institusi akademik berwacana menguji standar etik wartawan, sementara pimpinan tertingginya enggan mempraktikkan asas transparansi paling mendasar, yakni merespons konfirmasi publik.
Hingga berita ini diterbitkan, ruang klarifikasi terkait penanganan dugaan penyimpangan tender maupun rencana pembentukan lembaga uji kompetensi tersebut masih terbuka luas bagi pihak Rektorat Unib. (Red)












