Blitar, Satujuang.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar resmi membuka pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi para pencari kerja tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang dibiayai melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin), di Balai Kota Kusumo Wicitro, Selasa (20/10/26).
Turut mendampingi dalam acara pembukaan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, serta dihadiri oleh ratusan peserta.
Dalam arahannya, Mas Ibin mengapresiasi tingginya antusiasme generasi muda yang mendominasi kepesertaan pelatihan vokasi tersebut.
Ia menilai program ini menjadi sarana strategis dalam memperluas wawasan sekaligus mengasah keahlian praktis yang dibutuhkan di bursa kerja.
“Pelatihan ini adalah sarana teman-teman untuk mendapatkan ilmu dan dididik menjadi tenaga yang terampil,” ujar Mas Ibin.
“Tentunya ini bisa menjadi bekal bahwa memasuki dunia kerja itu memang harus banyak skill yang harus diasah, dilatih, dan dipunyai oleh seseorang,” tambahnya.
Mas Ibin turut memotivasi para peserta agar menghargai waktu serta menanamkan kesadaran bahwa kesuksesan sejati memerlukan proses perjuangan.
Menurutnya, nilai proses harus ditanamkan sejak dini kepada kaum muda agar tidak terjerumus pada mentalitas malas akibat menginginkan capaian serba instan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, memaparkan bahwa sebanyak 177 peserta yang lolos telah melalui seleksi wawancara ketat dari total 325 pendaftar.
Program pembinaan tahun ini mencakup delapan bidang kejuruan kompetensi, meliputi servis motor sistem injeksi, perbaikan teknis, pengelasan, coffee roasting, bahasa Inggris, pangkas rambut (barber), digital marketing, hingga mengemudi dasar.
Sebanyak tujuh jenis pelatihan masing-masing diikuti 16 peserta, sedangkan kelas mengemudi dasar menjadi cabang yang paling diminati dengan total 65 peserta.
“Setelah pembukaan ini, kemungkinan minggu depan pelatihan sudah mulai berjalan secara bertahap. Pelatihan diperkirakan selesai bulan depan,” terang Tri Iman.
Pelaksanaan pelatihan ini menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terakreditasi yang telah menjalin kemitraan erat dengan dunia usaha dan industri.
Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai modal bersaing di dunia kerja maupun merintis wirausaha mandiri. (Herlina/ADV)





















