Manfaat dan Bahaya Torpedo Kambing untuk Pria, Begini Penjelasannya

Satujuang, Jakarta – Banyak pria menjadikan torpedo atau testis kambing sebagai sajian istimewa dengan anggapan dapat meningkatkan gairah seksual.

Menurut dari. Ray Rattu, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengonsumsi torpedo kambing justru berpotensi menaikkan kadar asam urat di dalam tubuh.

“Protein pada torpedo kambing sangat tinggi, bahkan kandungan vitamin dan mineralnya lebih banyak dibandingkan daging biasa,” ujar dari. Ray, Kamis (6/6/25).

“Tapi, karena jumlah proteinnya yang cukup besar, ini sekaligus meningkatkan risiko kenaikan asam urat,” tambahnya.

Hal serupa diungkapkan oleh dari. Rudy Kurniawan, SpPD. Ia menjelaskan bahwa torpedo, seperti halnya jeroan lainnya, mengandung purin tinggi, bahan dasar pembentuk asam urat.

Oleh karena itu, orang yang sudah memiliki riwayat atau cenderung rentan terhadap gangguan asam urat sebaiknya memikirkan kembali sebelum mencicip hidangan ini.

“Mereka yang memiliki kadar asam urat tinggi sebaiknya menghindari torpedo kambing,” kata dari. Rudy.

“Pada dasarnya, jeroan dan torpedo adalah makanan tinggi purin, sehingga konsumsi berlebihan bisa memperparah kondisi,” jelasnya.

Meskipun begitu, tidak sedikit pria yang tetap menggemari torpedo kambing karena sensasi tekstur dan rasanya yang unik.

Irfan (32), misalnya, mengaku bahwa efeknya terasa hingga berhari-hari setelah mencoba testis kambing.

“Rasanya kenyal seperti daging pada umumnya,” jelas irfan, Jumat, (6/6).

“Begitu dimakan, saya langsung merasa ‘segar’, efeknya bisa tahan sampai seminggu,” imbuhnya.

Di sisi lain, pengalaman Herman (60) justru berbeda. Pria asal Jakarta Barat ini sudah mengonsumsi torpedo kambing sejak masih sekalah SMA, namun menurutnya efek ereksi lebih banyak berasal dari sugesti semata.

“Saya sudah hampir 60 tahun dan sejak remaja sering makan torpedo. Kalau soal membantu ereksi, buat saya itu hanya efek psikologis,” tuturnya.

Para ahli pun menyarankan agar konsumsi torpedo kambing dilakukan dengan bijak.

Bagi mereka yang memiliki riwayat asam urat, pemeriksaan kadar asam urat secara rutin dan membatasi asupan purin merupakan langkah yang direkomendasikan.

Dengan demikian, kenikmatan kuliner tradisional ini tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan jantung dan persendian. (AHK)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *