Satujuang- Kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST), sebagai kamera digital terbesar di dunia selesai dibuat oleh para ilmuwan dari SLAC National Accelerator Laboratory.
Dengan resolusi 3.200 megapixel dan berat 3.000 kilogram, LSST akan menjadi bagian dari Observatorium Vera C. Rubin di Chili.
Dengan dua lensa khususnya, LSST dirancang untuk memberikan pandangan baru tentang langit selatan dan membantu menjawab pertanyaan mendasar tentang sifat materi gelap dan energi gelap.
Kamera ini memiliki keunggulan dalam menjepret seluruh langit dengan resolusi tinggi, dalam waktu singkat, dan dengan kemampuan berganti filter cepat.
Dengan resolusi sebesar itu, LSST akan mengumpulkan 15 terabit data setiap malamnya.
Diperkirakan bahwa gambar-gambar yang dihasilkan oleh LSST akan sangat detail, bahkan mampu menangkap objek sekecil bola golf dari jarak sekitar 25 kilometer, sambil mencakup area langit tujuh kali lebih lebar dari bulan purnama.
Observatorium Vera C. Rubin akan menggunakan LSST untuk mempelajari evolusi galaksi dan distribusi materi gelap, termasuk dark matter dan dark energy.
Selain itu, LSST juga akan membantu dalam pengamatan supernova untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut tentang perluasan alam semesta.
Dan tidak hanya itu, kamera ini juga akan memainkan peran penting dalam penemuan asteroid yang belum pernah terlihat sebelumnya, memberikan kontribusi besar dalam pemahaman tentang tata surya. Diharapkan LSST akan memulai operasinya pada awal tahun 2025.(NT/kumparan)