Satujuang, Blitar- Tindakan berani seorang Anggota Polres Blitar Kota dalam mengamankan petasan saat Idul Fitri menuai apresiasi tinggi dari Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polda Jawa Timur.
Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepanjen Lor Polsek Kepanjen Kidul Polres Blitar Kota, Robet Johan Nugroho.
Kadiv Propam Polda Jawa Timur Iman Setiawan menyampaikan langsung pujian atas keberanian personel di lapangan tersebut pada Kamis (26/3/26).
Iman Setiawan menjelaskan bahwa Robet Johan Nugroho menerima informasi dari masyarakat mengenai sekelompok anak muda yang bermain petasan di tengah jalan.
Aktivitas tersebut sangat mengganggu kekhidmatan salat Id yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
“Personel tersebut bertindak sendiri menghadapi dan mengamankan barang-barang berbahaya itu. Itu adalah hal yang luar biasa,” ujar Kadiv Propam Polda Jawa Timur, Iman Setiawan.
Iman Setiawan juga menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi anggota Polri yang bertugas di lapangan, sesuai regulasi dalam KUHP.
“Walaupun ada perlawanan, seorang polisi harus siap. Jika dalam pelaksanaan tugas mendapat perlawanan yang mengancam jiwa, jangan ragu untuk melapor,” tegas Iman Setiawan.
Di lokasi berbeda, Bhabinkamtibmas Robet Johan Nugroho menceritakan kronologi kejadian pengamanan petasan tersebut.
Setelah selesai menjaga salat Id di Masjid PIPP Baitul Aziz, ia melintas di Jalan dari. Waidin menuju Polsek Kepanjen Kidul.
Seorang ibu pengendara sepeda motor kemudian menghentikannya dan melaporkan adanya remaja yang membunyikan petasan di utara Cafe Dados, Jalan dari. Wahidin, Kota Blitar.
Tanpa menunggu lama, Robet Johan Nugroho langsung menuju tempat kejadian perkara.
Sesampainya di sana, petasan sudah dinyalakan di area pertigaan jalan tersebut.
Karena imbauan tidak diindahkan, dua titik petasan (satu di dalam karung dan satu di dalam kardus) segera diamankan.
“Dengan mempertimbangkan lokasi yang berdekatan dengan sungai, petasan langsung diamankan,” ujar Bhabinkamtibmas Robet Johan Nugroho.
Ia menambahkan bahwa petasan itu segera dilempar ke sungai untuk mencegah ledakan yang membahayakan warga, termasuk anak-anak remaja yang membunyikannya. (Herlina)











