Satujuang, Lebong – Kementerian Pertanian RI mengalokasikan dana hibah Rp13,6 miliar untuk program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Kabupaten Lebong tahun 2025.
Program Oplah berbasis padat karya itu menyasar 123 kelompok. Penerima terdiri dari kelompok tani, Gapoktan, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Lebong, Hedi Parindo, menyebut program tersebut mendukung swasembada pangan nasional. Ia menegaskan agar pelaksanaan sesuai kontrak, gambar, volume, dan spesifikasi.
Hedi menilai manfaat pembangunan irigasi sangat besar, karena mampu membuka akses air lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program tersebut juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian. Dukungan pusat diharapkan Hedi berlanjut pada pembangunan irigasi maupun jalan usaha tani.
“Dengan infrastruktur memadai, petani lebih mudah berproduksi. Lebong tetap menjadi lumbung padi Bengkulu,” kata Hedi saat ditemui di kediamannya, Kamis (18/9/25).
Hedi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, serta dukungan Bupati Azhari dan Wakil Bupati Bambang ASB, sehingga kegiatan tersebut bisa direalisasikan di Kabupaten Lebong.
Salah satu penerima, Dahrul ketua Kelompok Tani “Karya Tani”, menyatakan kesiapannya.
Ia memastikan pembangunan irigasi dijalankan dengan baik, agar memberi manfaat langsung bagi petani.
“Kami akan melaksanakan sesuai arahan dinas. Harapannya, irigasi ini membantu peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani,” singkatnya.







