Pemko BATAM BP BATAM

Jemput Dukungan Dua Sumber Daya Unggulan, Bupati BS Audiensi dengan BRIN

Bupati Bengkulu Selatan Audiensi dengan BRIN

Bengkulu Selatan – Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, bersama dengan OPD terkait melaksanakan audiensi ke Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (13/6/22).

Rombongan Bupati diterima oleh Prof Dr Eng Agus Haryono, yang merupakan Plt Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN bersama dengan Deputi lain yang membidangi.

Audiensi ini untuk meminta dukungan terkait penelitian dan pemanfaatan kedua sumber daya genetik ikan sidat dan kopi khas Bengkulu Selatan.

Baca Juga :  Kejari Kaur Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dana Hibah KPU

“Kita disambut baik oleh pihak BRIN, kita berharap segera ditindaklanjuti MoU atau perjanjian kerjasama sebagai upaya pengembangan sumber daya genetik khususnya ikan sidat dan kopi robusta lokal,” ujar Gusnan.

Kata Gusnan, sesuai dengan amanat Perpres maka diharapkan oleh Pihak BRIN kepada Bengkulu Selatan untuk segera membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Baca Juga :  LPJU Kota Banyak Yang Padam, Walikota Bengkulu Datangi Dishub

Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki potensi perikanan yang cukup baik, mengingat tersedia dan terjaganya ekosistem perairan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Rencana strategis pengembangan dan budidaya ikan sidat (ikan pelus dalam bahasa lokal Bengkulu Selatan) menjadi langkah potensial pembangunan di sektor perikanan.

Begitupun dengan potensi di bidang perkebunan, khususnya kopi khas Bengkulu Selatan. Varietas kopi lokal Bengkulu Selatan adalah jenis Robusta yang dinilai memiliki rasa khas dan otentik serta diburu oleh banyak penikmat kopi.

Baca Juga :  Bengkulu Boleh Melaksanakan Shalat Tarawih Berjamah dengan Mentaati Prokes

Kopi Bengkulu Selatan juga kerap dijadikan oleh-oleh khas yang dicari oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bumi Sekundang Setungguan. Oleh sebab itu mengenalkan dan memajukan Bengkulu Selatan melalui kopi lokalnya, juga menjadi langkah strategis pembangunan di sektor perkebunan. (Red/Adv)