Jadwal KMP Senangin Lingga Mundur 11 Jam: Ini Penyebabnya

Satujuang, Lingga- Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Senangin rute Pelabuhan Jagoh (Dabo) menuju Kuala Tungkal, Jambi, mundur 11 jam dari jadwal semula, Minggu (18/1/26).

Kapal yang seharusnya bertolak pukul 09.00 WIB ini, dilaporkan mengalami penundaan signifikan hingga pukul 20.00 WIB.

Kepala Koordinator Lapangan (Korlap) Pelabuhan Jagoh mengonfirmasi pergeseran jadwal tersebut, menyatakan perubahan ini murni disebabkan faktor alam di pelabuhan tujuan.

“Jadwal keberangkatan sangat bergantung pada kondisi pasang surut air laut. Jika berangkat pukul 09.00 WIB dari Dabo, kapal akan tiba di Kuala Tungkal saat air sedang surut, sehingga kapal tidak bisa berlabuh,” Jelasnya saat ditemui di Pos Pelabuhan Jagoh, Minggu.

Oleh karena itu, kata dia, keberangkatan digeser ke malam hari agar saat tiba di sana, kondisi air sedang pasang dalam.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga telah mengambil langkah koordinasi dengan pihak operator terkait jadwal yang sering mundur.

“Kami sudah melayangkan surat permohonan ke pihak ASDP di Batam agar jadwal KMP Senangin tetap konsisten dua kali dalam seminggu. Hal ini penting agar kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Lingga tidak terganggu,” ujar Naban, Kasi Teknik dan Keselamatan Dishub Lingga, saat dikonfirmasi.

Perubahan jadwal yang mendadak ini menuai keluhan dari para pengguna jasa, terutama pengemudi angkutan logistik yang harus menunggu lebih lama.

Keluhan utama pengguna jasa meliputi:

  • Antrean Panjang: Beberapa sopir mengaku sudah berada di pelabuhan sejak malam sebelumnya.
  • Kurangnya Sosialisasi: Penumpang berharap ada informasi yang lebih awal mengenai perubahan jam berangkat agar tidak perlu menunggu terlalu lama di dermaga.
  • Ketidakpastian: Jadwal yang sering mundur menimbulkan ketidakpastian bagi perjalanan mereka.

“Kami sudah dari semalam di sini. Memang jadwal dan jamnya sering berubah-ubah, jadi terpaksa harus antre menunggu,” ungkap salah satu penumpang di lokasi.

Masyarakat berharap adanya transparansi informasi dan sosialisasi yang lebih intensif dari pihak operator kapal maupun otoritas pelabuhan guna meminimalisir kerugian waktu bagi para pengguna jasa transportasi laut akibat jadwal yang mundur. (Rido)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *