Idul Adha 1447 H, Masjid Baitut Ta’ibiin Blitar Salurkan Ratusan Kantong Daging Kurban

Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Masjid Baitut Ta’ibiin Desa Gaprang menyiapkan ratusan kantong daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kelancaran pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Gaprang, Asharul Fahruda, di halaman masjid setempat, Rabu (27/5/26).

“Pelaksanaan hari raya Idul Adha atau penyembelihan hewan qurban di Desa Gaprang Alhamdulillah berjalan lancar di masing-masing tempat,” jelas Asharul.

Asharul memaparkan, terdapat 5 masjid dan 12 mushola di wilayahnya, di mana 90 persen di antaranya aktif melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Total hewan kurban yang terdata di seluruh Desa Gaprang pada tahun ini mencapai 15 ekor sapi, 64 kambing, dan 2 domba.

Selain di tempat ibadah, beberapa warga yang memiliki ekonomi berkecukupan juga menggelar penyembelihan mandiri di rumah untuk dibagikan kepada kaum miskin.

“Di Masjid Baitut Ta’ibiin sendiri menyembelih 1 sapi hasil arisan warga dan 6 kambing titipan masyarakat kepada pihak takmir,” tandas Kades.

Proses pembagian daging kurban kepada 500 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di hari pertama.

Pihak panitia juga menyiapkan agenda pembagian daging kurban susulan pada hari Jumat dengan target jangkauan mencapai 300 hingga 500 KK.

Asharul menegaskan, hingga saat ini Desa Gaprang belum pernah menerima bantuan atau titipan hewan kurban dari pihak pemerintah daerah maupun pusat.

“Alhamdulillah banyak orang mampu, sehingga 99 persen warga sejak 10 hingga 12 Dzulhijjah nanti bisa makan daging bergizi semua,” kelakar Asharul.

Tingginya partisipasi warga mampu dalam ibadah kurban ini dinilai menjadi instrumen efektif untuk saling menolong dan meringankan beban ekonomi warga miskin.

“Guyup rukun ini kami berharap tetap terjaga untuk selalu bergotong royong demi memberi kemanfaatan kepada masyarakat luas,” imbuh Kades Gaprang tersebut.

Di lokasi sama, Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban, Drh. Ovi Prudenta, mengonfirmasi hasil monitoring menunjukkan seluruh kondisi ternak rata-rata sangat sehat.

Namun, Ovi memberikan catatan penting agar area pemotongan daging dan lokasi pencucian jeroan wajib dipisah secara ketat pada pelaksanaan mendatang.

“Jika jeroan terjangkit cacing, bisa menular ke daging. Maka tempat potongan daging harus dipisah total dengan jeroan,” pungkas Ovi memperingatkan. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *