Gubernur DKI dan Jabar Kolaborasi Atasi Kerusakan Infrastruktur Parung Panjang

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait kerusakan infrastruktur di kawasan Parung Panjang yang diakibatkan pengiriman material proyek pembangunan Jakarta.

Pramono menegaskan kesediaan Pemprov DKI untuk bekerja sama dengan Pemprov Jabar guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami terbuka untuk kolaborasi, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta siap bermitra dengan siapa saja,” ujar Pramono saat di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/6/25).

Sebelumnya, dalam Rapat Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Dedi Mulyadi menuturkan bahwa Pemprov Jabar tidak mampu menanggulangi kerusakan Parung Panjang sendirian.

Estimasi biaya rekonstruksi kawasan itu mencapai Rp 1,2 triliun, angka yang dianggap memberatkan mengingat cakupan wilayah Jabar lebih dari 600 kecamatan.

“Baru tahun ini kami turun tangan memperbaiki. Namun, membangun jalan berkualitas di satu kecamatan memerlukan dana sekitar Rp 1,2 triliun sulit bagi Jawa Barat menanggung sendiri,” jelas Dedi.

Dedi juga menjelaskan bahwa Parung Panjang selama ini menjadi titik hulu suplai material bangunan untuk proyek-proyek besar di Jakarta dan Tangerang.

Akibatnya, jalanan dan fasilitas umum rusak berat, sementara warga setempat mengalami gangguan pernapasan akut (ISPA) karena debu dan polusi.

“Infrastruktur di sana hancur total, dan masyarakat terpapar ISPA,” tambahnya.

Menurut Dedi, perlu dibangun kesadaran kolektif antara daerah penghasil dan penerima manfaat, khususnya DKI Jakarta dan Kota Tangerang untuk ikut bertanggung jawab memperbaiki kerusakan.

Peningkatan pembangunan properti menciptakan ‘multiplier effect’ ekonomi, namun juga menimbulkan beban sosial bagi rakyat Jabar.

“Pembicaraan intensif dengan DKI dan Tangerang penting dilakukan. Pertumbuhan di Jakarta yang memunculkan jutaan warga berpenghasilan baru justru melahirkan kemiskinan struktural dan penderitaan di Jawa Barat. Harus ada pemulihan bersama,” tutur Dedi. (AHK)

Komentar