Gubernur Bengkulu Sampaikan Program Unggulan Pada Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021

Satujuang.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara daring, bertempat di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (11/1/21).

Dijelaskan Gubernur Rohidin, pada tahun 2021 ini ada dua program unggulan yang difokuskan untuk peningkatan produktivitas pertanian di Bumi Rafflesia, yaitu :

  1. Melanjutkan replanting perkebunan sawit yang sudah dilaksanakan dari tahun sebelumnya.
  2. Revitalisasi lahan persawahan yang tersebar di beberapa kabupatan.
Baca Juga :  Ikuti Jambore Nasional, Bapera Bengkulu Turunkan 150 Anggota

Rohidin membeberkan bahwa Replanting yang telah dilaksanakan dari tahun sebelumnya berhasil diterapkan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu maka perlu untuk dilanjutkan ditahun 2021.

“Replanting kebun sawit ini telah berhasil diterapkan Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara, maka pada tahun ini kita akan lanjutkan kembali. Karena di dalam program replanting itu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus soal bibit, tetapi juga pendampingan manajemen,” jelas Rohidin.

Baca Juga :  Bupati Muhdlor Geber Program Bedah 1.000 Warung

Program revitalisasi lahan persawahan merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah dengan melakukan perluasan area tanam.

“Revitalisasi lahan sawah ada di beberapa wilayah, diantaranya Mukomuko, Bengkulu Utara dan Seluma. Revitalisasi ini dilakukan, karena kita ingin memperluasan area tanam,” sambungnya.

Rohidin juga menyinggung tentang produksi jagung yang mengalami peningkatan. Sedangkan untuk produksi kedelai diakuinya memang terbatas, tidak banyak petani yang menanam karena faktor rugi dan kualitas kedelai yang kurang baik.

Baca Juga :  Saat Musrenbangkab 2022, Bupati Lebong : Jangan Fokus Pada Program Fisik

“Untuk produksi jagung di Bengkulu cukup bagus, hasilnya meningkat. Namun untuk kedelai memang terbatas, karena jarang sekali petani yang menanam kedelai. Produktivitasnya tidak seperti diharapkan, banyak petani merugi dan kualitas kedelainya pun kurang baik,” pungkas Gubernur. (Adv)