Diduga di Covidkan, Ibu Hamil di Karimun Dipaksa Melahirkan Secara Caesar

Karimun – Nasib pilu menimpa pasangan suami istri di kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pasalnya, sang istri yang bernama Indah (26) terpaksa melahirkan secara Caesar karena disebut positif Covid-19 di Puskesmas Tanjung Balai.

Awalnya, Pandu (31), membawa istrinya untuk persiapan persalinan di puskesmas pada Minggu siang (7/8/22).

Namun, saat tenaga medis melakukan pemeriksaan, pasien dinyatakan positif Covid-19.

“Tadi siang kami bawa ke Puskesmas, karena sudah bukaan empat. Maunya kami lahir normal, karena anak pertama kami lahirannya normal. Tapi perawat bilang istri saya positif Covid-19,” ujar pandu.

Pada Pandu, pihak puskesmas meminta agar istrinya segera dirujuk ke RSUD M Sani untuk mendapat penanganan pasien Covid-19.

Pihak keluarga menolak, karena mereka menganggap pasien tersebut tidak pernah mengeluh sakit sebelumnya.

“Kalau istri saya Covid-19, di tes pakai apa, Dan kalau emang dia covid, kenapa kami sekeluarga tidak di tes juga,” ujar Pandu.

Tidak itu saja, keluarga Pandu yang saat itu mengantarkan Indah ke puskesmas mendapat kalimat berbau intimidasi dari salah satu petugas.

“Ada satu perawat yang bilang, kalau istri saya tetap kami bawa pulang, istri saya akan disebar di WA grub mereka dan akan disebarluaskan jika istri saya positif Covid-19. Dan akan menjadi T.O,” cerita Pandu.

Pandu juga mengungkap, kalau dirinya dipaksa menandatangani surat pernyataan penolakan bermaterai tiga biji oleh tenga media tersebut.

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas inipun mengaku tidak mampu membiayai operasi Caesar istrinya.

Sebab, keterangan dari tenaga medis di puskesmas mengatakan jika biaya yang menjadi tanggungan pemerintah hanya gejala Covid-19 nya.

“Kalau sesar, kami gak mampu. Sebab, kata mereka, yang ditanggung negara hanya masalah Covid-19. Kalau Caesar biayanya ditanggung sendiri,” keluhnya.

Terpisah, Daeng M Ilham, Ketua Front Pemuda Bugis Karimun (FPBK) meminta kebijakan Bupati Karimun serta pihak RSUD M Sani terkait permasalahan yang menimpa kerabatnya itu.

“Keluarga besar kita ini merupakan orang susah, jika memang terpaksa dioperasi Caesar karena dinyatakan Covid-19, semoga Bupati ataupun direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan mau mengeluarkan kebijakan terkait biayanya,” pinta Ilham.

Hingga saat ini, tidak satupun pihak puskemas dan RSUD M Sani yang memberikan keterangan apapun terkait permasalahan dugaan mal administrasi pasien melahirkan itu. (Red/Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *