Camat Candisari Gelar Rakor Lintas Sektor Bergerak Bersama

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Semarang – Rapat Koordinasi (Rakor) Forkompincam Plus Kecamatan Candisari dilaksanakan di Aula Kecamatan, Selasa (23/8/22).

Rakor dipimpin langsung Camat Candisari, Agus Priharwanto, dihadiri dua anggota DPRD Kota Semarang, HM Rohaini dan Leli Wulandari dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Kemudian ada Kapolsek Candisari IPTU Handri Kristanto, Danramil 05 Banyumanik-Candisari yang diwakili Danposramil Pelda Herry Susanto, Korsatpen Candisari, Kepala Puskesmas Candi Lama dan Kagok.

Juga hadir Lurah se-Kecamatan Candisari, FKK, Penggerak PKK kelurahan serta ketua LPMK kelurahan se-Kecamatan Candisari.

Usai Rakor, kepada awak media Agus mengatakan, pembahasan utama tentang kesehatan.

“Tadi membahas perkembangan serta solusi yang diharapkan dari berbagai permasalahan yang ada, utamanya terkait kesehatan yaitu masalah Stunting, DB (demam berdarah) dan vaksin,” jelas Agus.

Dengan adanya koordinasi tersebut diharapkan semua lintas sektor dapat bersinergi sekaligus memberikan masukan dan solusi dalam menghadapi masalah kesehatan masyarakat pada Rakor Linsek tersebut.

Dikatakan Agus, untuk kasus Stunting di Kecamatan Candisari sudah ada perkembangan positif setelah beberapa bulan lalu dilakukan koordinasi dengan beberapa pengusaha perhotelan dan bersedia menjadi orang tua asuh bagi 35 anak Stunting di Candisari.

“Dari 38 anak stunting, 3 diantaranya tergolong keluarga mampu dan yang 35 mendapat bantuan makanan dari para pengusaha hotel di Candisari berupa asupan makanan bergizi dua kali sehari, pagi dan sore,” jelasnya.

“Teknisnya, diambil oleh kecamatan, lantas diserahkan ke kelurahan, kemudian diserahkan pada yang bersangkutan (anak stunting),” imbuhnya.

Lebih lanjut eks Camat Ngaliyan ini dalam waktu dekat akan melaunching program “Sibening” (semua ikut bergerak bersama menangani stunting) tingkat kecamatan yang akan dilaksanakan pada 5 September 2022.

“Lauching “Sibening” nanti akan dicanangkan langsung oleh Ketua FKK Kota Semarang, ibu Krisseptiana Hendrar Prihadi (ibu Wali Kota Semarang) dan kita akan bergerak bersama menangani dan menurunkan angka stunting khususnya di Kecamatan Candisari,” tuturnya.

Disinggung terkait vaksin V3 (Booster) di Candisari sudah mengalami kenaikan dibanding satu bulan sebelumya dari 28,7 persen, naik menjadi 30,6 persen.

“Dari data Dispendukcapil 65.522 sasaran, kita sudah mencapai 19.693 sasaran,” kata Agus Priharwanto.

Peningkatan capaian vaksin booster ini menurut Camat Candisari dapat terlaksana antara lain dengan dilaksanakannya Safari Jumat bersama tiga pilar.

Yaitu dengan keliling melaksanakan Sholat Jumat lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksin di masjid usai Jumatan.

“Rata-rata dalam satu Jumat sekitar 100 – 150 orang melaksanakan vaksin booster. Dan dalam waktu tujuh minggu setiap hari Jumat dapat meningkatkan jumlah vaksin booster sekitar 800 – 900,” ujarnya.

Adapun untuk kasus Demam Berdarah (DB) di wilayah Kecamatan Candisari, Agus Priharwanto berharap masyarakat tetap waspada menjelang datangnya musim penghujan.

Ia meminta masyarakat untuk menggalakkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) secara serentak setiap Jumat agar lebih efektif dalam mencegah timbulnya Demam Berdarah.

Lurah – lurah turun ke lapangan mengambil sampling, tapi tidak hanya disampling itu saja, namun serentak melaksanakan PSN setiap hari Jumat.

Karena kalo tidak secara serentak tidak akan efektif. Jentik nyamuk dalam 7 hari akan menjadi nyamuk dewasa. Jadi kalo kita putus setiap hari Jumat, maka jentik belum sempat menjadi nyamuk dewasa.

“Jadi intinya serentak. Kalo satu RT melaksanakan, RT yang lain tidak melaksanakan atau satu RW melaksanakan, RW lainnya tidak melaksanakan, maka tidak akan efektif,” tandasnya. (red/had).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *