Berapa Gaji dan Tunjangan Bos Pertamina Patra Niaga? Ini Rincian Detailnya

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Berapa gaji dan tunjangan Bos Pertamina Patra Niaga? Besaran gaji Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga kini jadi sorotan usai Kejaksaan Agung menetapkan Riva Siahaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Selain Riva, sejumlah direktur lain juga turut terseret dalam kasus tersebut. Berita Selengkapnya: di sini

Perhatian publik pun tertuju pada besaran gaji dan tunjangan yang di terima oleh jajaran direksi perusahaan pelat merah ini.

Mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021, penghasilan direksi BUMN terdiri dari beberapa komponen, termasuk gaji pokok, tunjangan, fasilitas, serta tantiem atau insentif berbasis kinerja.

Berdasarkan laporan keuangan 2023, total kompensasi yang di berikan kepada manajemen kunci, yakni dewan direksi dan komisaris, mencapai USD 19,1 juta atau sekitar Rp312 miliar (kurs Rp16.370 per dolar AS).

Dengan jumlah 7 anggota dewan komisaris dan 7 anggota direksi, rata-rata setiap individu di perkirakan menerima sekitar USD 1,36 juta atau Rp21,8 miliar per tahun.

Rincian Gaji dan Tunjangan:

Jika di hitung per bulan, gaji Dirut Pertamina Patra Niaga berkisar Rp1,8 miliar. Selain itu, jajaran direksi juga mendapatkan berbagai tunjangan, di antaranya:

Tunjangan Hari Raya (THR): Maksimal setara satu kali gaji per bulan dalam satu tahun.

Tunjangan Perumahan: Sebesar 85 persen dari tunjangan perumahan yang di terima direktur utama.

Asuransi Purna Jabatan: Perusahaan menanggung premi asuransi hingga 25 persen dari gaji tahunan.

Fasilitas Kendaraan Dinas dan Asuransi Kesehatan: Termasuk biaya pengobatan dalam bentuk pertanggungan atau penggantian biaya.

Bantuan Hukum: Jika di perlukan dalam menjalankan tugas sebagai direksi.

Selain gaji dan tunjangan, direksi juga berhak atas tantiem atau insentif kinerja yang di berikan berdasarkan pencapaian laba dan target perusahaan. Insentif ini biasanya di berikan dalam bentuk Penghargaan Jangka Panjang atau Long Term Incentive (LTI).

Dengan angka yang mencapai puluhan miliar per tahun, gaji direksi BUMN seperti Pertamina Patra Niaga kerap menjadi perhatian, terutama dalam situasi di mana kinerja perusahaan dan kebijakan bisnisnya berdampak luas pada masyarakat. (AT)