Netizen Ramai Sarankan MBG di Kelola Superindo, Harga Sama Kualitas Beda

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Kualitas sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah menjadi sorotan publik, viral di sosial media (sosmed) soal perbedaan yang jauh berbeda.

Sorotan ini muncul setelah viralnya perbandingan menu program pemerintah dengan paket nasi kotak murah dari jejaring ritel modern, Superindo.

Netizen menyoroti perbedaan kualitas makanan yang signifikan antara keduanya.

Kedua menu tersebut berada pada kisaran harga yang hampir sama, yakni Rp15.000 per porsi.

Paket nasi siap saji seharga Rp14.900 di ritel modern dinilai lebih representatif.

Menu ritel tersebut memiliki komposisi nasi, protein hewani yang layak, sayuran, serta standar kebersihan yang terjaga.

Sebaliknya, laporan uji coba MBG di lapangan menunjukkan kualitas yang belum konsisten.

Porsi MBG juga dilaporkan minim, bahkan ada isu ketahanan pangan yang menyebabkan makanan cepat basi.

Narasi di masyarakat kini mempertanyakan efisiensi rantai distribusi MBG.

Publik mendesak pemerintah mengevaluasi vendor pengadaan makanan.

Tujuannya agar anggaran Rp15.000 per anak terserap maksimal ke piring siswa.

Hal ini diharapkan tanpa terpotong jalur birokrasi atau margin vendor yang terlalu besar.

“Jika pihak swasta mampu menyediakan menu layak dengan harga di bawah Rp15.000 dan sudah termasuk keuntungan, seharusnya program pemerintah yang berskala besar bisa mendapatkan standar yang lebih baik atau minimal setara,” tulis salah satu komentar netizen yang banyak dikutip.

Kritik ini muncul bersamaan dengan tekanan publik.

Tekanan tersebut ditujukan agar Badan Gizi Nasional memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap dapur SPPG.

Langkah ini juga dinilai mendesak salah satunya untuk menghindari insiden keracunan massal yang sempat terjadi di beberapa wilayah selama ini, serta memastikan gizi yang diterima siswa sesuai dengan target presiden Prabowo Subianto. (Red)