Bentrokan Ormas GPK vs TNI di Magelang, DPR: Segera Tangkap Provokatornya

Satujuang, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara anggota ormas Gerakan Pemuda Kabah (GPK) dan prajurit TNI berhasil viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi di Pertigaan Salaman, Magelang, Jawa Tengah, ketika rombongan anggota GPK bersinggungan dengan pasukan Yonif 403.

Suasana sempat memanas saat anggota GPK melakukan “geber-geber” knalpot yang memicu reaksi langsung dari prajurit TNI yang turun dari truk untuk menertibkan.

Meskipun situasi sempat memanas, bentrokan fisik berhasil dihindari. Personel TNI berupaya menenangkan dan melakukan pengamanan terhadap anggota GPK yang terlibat.

Meski demikian, rekaman tersebut menunjukkan ketegangan yang cukup tinggi karena provokasi berupa suara knalpot motor dan tindakan seperti menendang kendaraan militer.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam keras tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum ormas.

Sahroni menegaskan bahwa ormas seharusnya menjadi mitra negara dan masyarakat, bukan menebar ketegangan.

“Apabila ormas justru memprovokasi aparat seperti geber-geber motor hingga menendang mobil dinas TNI, maka tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi karena berpotensi menimbulkan bentrokan,” ujar Sahroni, Selasa (3/6/25),

Lebih jauh, Sahroni mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan kepada negara akibat tindakan-tindakan premanisme yang menyamar sebagai organisasi resmi.

Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak oknum yang memprovokasi dan menghasut kerusuhan.

“Polisi harus segera menangkap para provokator dalam video tersebut. Kita tidak bisa bersikap permisif terhadap, pelecehan atau konfrontasi terhadap aparat negara. Pemerintah juga tengah gencar menertibkan oknum ormas seperti ini. Bertindak tegas agar semua pihak memahami aturan yang berlaku,” pungkasnya. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *