Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Kasus Penggelapan Rp 4,7 Miliar di Kepahiang?

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Kepahiang- Kasus penggelapan dana senilai Rp4,7 miliar di Kepahiang yang masih bergulir, apakah akan berdampak serius terhadap kepercayaan dan stabilitas usaha keluarga korban?

SU (36), menantu seorang pengusaha kopi, diduga menjadi pelaku utama dalam perkara ini.

Awalnya ia dipercaya mengelola penjualan dan pemasaran usaha kopi mertuanya di Kepahiang.

Modus operandi SU adalah menyunat sebagian pembayaran dari mitra pembeli, yang seharusnya disetorkan secara penuh kepada mertuanya.

Penggelapan ini terjadi secara bertahap melalui sembilan kali transaksi besar.

Tim Satreskrim Polres Kepahiang berhasil menangkap SU pada Kamis (9/4/26) di wilayah Kecamatan Kepahiang.

Saat diinterogasi di Mapolres Kepahiang, pelaku tidak membantah perbuatannya.

“Pelaku telah mengakui perbuatannya,” ujar Kanit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang Abdullah Barus.

Uang hasil penggelapan tersebut digunakan SU untuk berfoya-foya dan membelikan barang branded kepada selingkuhannya.

Kapolres Kepahiang Yuriko Fernanda menyatakan bahwa liburan ke Bali yang terekspos di media sosial merupakan bagian dari penggunaan uang tersebut.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tempat tinggal SU, termasuk uang tunai, laptop, ponsel, dan barang-barang branded.

Kasus ini terus didalami untuk menelusuri aliran dana secara menyeluruh.

Kapolres Yuriko Fernanda berkomitmen akan merilis perkembangan kasus setiap hari, mengingat tingginya atensi publik.

Pihaknya juga akan memeriksa setiap rupiah yang mengalir ke wanita yang diduga menjadi selingkuhan SU.

Pemeriksaan ini disebut untuk menentukan apakah wanita tersebut hanya menerima pemberian atau turut menikmati hasil tindak pidana.

Jejak uang Rp4,7 miliar yang belum terpulihkan sepenuhnya menjadi fokus penyelidikan.

Status hukum wanita yang diduga selingkuhan SU juga masih dalam penentuan.

Proses hukum selanjutnya akan melibatkan penyidikan lanjutan hingga penyerahan berkas ke kejaksaan.

Kerugian finansial dan rusaknya kepercayaan keluarga menjadi implikasi mendalam dari kasus ini.

Keluarga korban nampaknya harus menghadapi tantangan untuk membangun kembali usaha kopi mereka setelah insiden penggelapan tersebut.

Dan publik pun masih penasaran dengan ujung dari perkembangan kasus pidana dengan kerugian miliaran rupiah ini. (Red)