Aksi Tandingan Sejumlah Petani Brebes Dukung Penghapusan Pupuk Bersubsidi

Subkhan, Ketua LSM Forum Kajian Masyarakat Brebes (FKMB) memberikan keterangan saat aksi damai petani Desa Tegal Glagah, Kabupaten Brebes.

Brebes – Beberapa hari lalu kelompok tani Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes berunjuk rasa menuntut di cabutnya rencana penghapusan pupuk bersubsidi oleh pemerintah.

Terkait aksi tersebut, kini muncul aksi tandingan yang mengatasnamakan petani Desa Tegal Glagah, Kabupaten Brebes yang mendukung rencana penghapusan pupuk bersubsidi.

Subkhan, Ketua LSM Forum Kajian Masyarakat Brebes (FKMB) yang mengawal aksi damai petani Desa Tegal Glagah mendukung pemerintah untuk tetap melanjutkan rencana menghapus pupuk bersubsidi.

Aksi tandingan yang mengatasnamakan petani Desa Tegal Glagah.

Ia beralasan di Kabupaten Brebes petani sekarang ini kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Presiden RI Rayakan Lebaran di Yogyakarta

“Padahal dari pusat itu pupuk bersubsidi direalisasikan tetapi kenyataannya di lapangan petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi,” kata Subkhan kepada awak media, Minggu (19/3/22).

Lebih lanjut Subkhan menjelaskan, pemerintah sudah berusaha bagaimana pupuk bersubsidi tetap terkendali dan ada pengawasannya, yaitu dengan kartu tani.

“Lha kalo kartu tani dihapus bagaimana dengan pengawasan dan pengendaliannya, rusak semuanya, dan akan kembali pada jaman dulu, dengan se-enaknya sendiri itu subsidi kemana larinya,” ucap Subkhan.

Dikatakannya, para petani di Kabupaten Brebes kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Polda Bengkulu Gelar Coffee Morning Internal, Guna Tingkatkan Kinerja

Kalaupun ada, menurut Subkhan, harganya sudah mahal. Namun jika tidak ada, yang terjadi akan semakin membuat harga tambah mahal lagi.

Kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi ini menurut Subkhan dikarenakan kartu tani tidak tersebar merata kepada semua petani di desa-desa.

Hal ini membuat para petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Sebenarnya petani akan mudah mendapatkan pupuk bersubsidi jika semua petani mendapatkan kartu tani, sehingga bisa terkendali untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” tegasnya.

Lanjut Subkhan, yang terjadi di lapangan banyak petani yang tidak mendapatkan kartu tani sehingga sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Pemerkosa Santriwati Ditangkap Polres Magelang

“Jadi kami berharap kartu tani bisa merata dimiliki semua petani di Kabupaten Brebes, sehingga akan memudahkan petani mendapatkan pupuk bersubsidi,” harap Subkhan.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, adanya edaran dari Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dengan nama Tunda Gesek yang kemudian akan dicatat dan di daftarkan untuk mendapatkan kartu tani.

Sementara itu, Mashudi salah seorang petani yang mengikuti aksi damai menghendaki kartu tani tetap ada dan subsidi juga tetap ada serta barangnya mudah didapatkan.

“Kartu tani tetap ada, subsidi juga tetap ada kemudian barangnya mudah didapat,” kata Mashudi. (ags)