Kota Bengkulu, Satujuang.com — Sorotan tajam kini mengarah ke legislatif setelah komitmen pengawasan terkait skandal bansos beras mendadak kehilangan taji di gedung dewan, Sabtu (10/10/26).
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto, yang sebelumnya berjanji lantang bakal mengawal tuntas kasus penilapan beras di Kelurahan Semarang, kini ikut memilih bungkam.
Saat dihubungi lagi oleh redaksi pesan whatsapp yang dikirimkan ke legislator tersebut tak lagi direspons.
Padahal, politisi PAN tersebut sebelumnya tegas meminta alur penyaluran pangan dari pusat dibongkar tuntas.
“Kita prihatin dengan kejadian ini. Minta Pemkot Bengkulu dan semua pihak yang terlibat dalam alur ini untuk ikut mengecek, menemukenali problem di lapangan lalu melahirkan solusi,” cecar Dediyanto sebelumnya.
Ia bahkan sempat menjanjikan langkah konkrit parlemen saat dikonfirmasi kembali pada Sabtu lalu.
“Kita akan kawal, nanti aku cek lagi,” ujarnya singkat waktu itu.
Namun janji tinggal janji. Hingga kini tidak ada tanda-tanda dewan menggelar pemanggilan resmi terhadap jajaran Pemkot Bengkulu.
Warga menilai janji manis pengawalan kasus hanya menjadi retorika politik sesaat di media tanpa ada keberanian nyata membela hak rakyat kecil. (Red)












