Kota Bengkulu, Satujuang.com – Kasus keributan berdarah di Bar Black Rock Hotel Mercure Kota Bengkulu pada Rabu (20/5) dini hari lalu berbuntut panjang.
Aparat kepolisian kini membidik sistem pengamanan manajemen tempat hiburan malam tersebut menyusul adanya dugaan senjata tajam (sajam) yang lolos ke dalam area kafe.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui Kasi Humas IPTU Endang Sudrajat menegaskan, pihaknya segera memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan.
Polresta Bengkulu bersama Polsek Ratu Samban akan berkoordinasi dengan Black Rock guna mengusut kelalaian prosedur pemeriksaan pengunjung di pintu masuk.
Langkah ini diambil karena lolosnya sajam jenis pisau ke area hiburan dinilai sebagai celah keamanan serius yang mengancam keselamatan publik.
Sementara itu, penanganan kasus bentrokan fisik di lokasi yang berada di kawasan Padang Jati tersebut terus berjalan secara paralel.
Kapolsek Ratu Samban, AKP Dendy Putra SH MH mengungkapkan bahwa saat ini ada dua Laporan Polisi (LP) yang sama-sama diproses akibat aksi saling lapor.
“Penanganan perkaranya saat ini tetap dilidik oleh masing-masing tempat laporan dimasukkan. Dua LP sama-sama naik karena saling lapor,” ujar AKP Dendy, Jumat (22/5/26).
AKP Dendy menambahkan, tim penyidik saat ini sudah bergerak di lapangan untuk melakukan pengembangan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Salah satu laporan yang ditangani Polsek Ratu Samban dilayangkan oleh Tegar Wicaksono (25), seorang mahasiswa asal Enggano.
Tegar mengaku dikeroyok dan dipukul menggunakan gelas kaca, sementara pihak lawan juga membuat laporan tandingan di Satreskrim Polresta Bengkulu.
Untuk mengungkap fakta objektif di balik klaim saling serang ini, penyidik telah menyita rekaman CCTV hotel dan mengamankan barang bukti pecahan gelas.
Seluruh bukti digital tersebut akan dicocokkan dengan hasil visum guna menentukan siapa yang menjadi pemicu awal kekerasan dan menetapkan tersangka. (red)











