Bengkulu, Satujuang.com – Keributan berdarah di tempat hiburan malam jalan S Parman Kota Bengkulu pada Rabu (20/5) dini hari kemarin berujung pada aksi saling klaim jadi korban.
Diketahui insiden tersebut mengakibatkan tiga orang pria luka-luka. Namun kasus kriminalitas ini justru berbuntut aksi saling lapor polisi.
Kedua belah pihak yang terlibat pertikaian sama-sama mengklaim menjadi korban pengeroyokan. Laporan polisi pun dilayangkan ke dua tempat berbeda.
Satu kelompok melapor ke Satreskrim Polresta Bengkulu. Sementara kelompok lawan memilih melapor ke Mapolsek Ratu Samban.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Keadaan mendadak kacau saat terjadi aksi pemukulan secara membabi butu.
Tiga orang dilaporkan terluka parah. Korban terluka yaitu Andrianto, Yuendy Chrysma, dan Suwandi akibat hantaman botol kaca.
Selain pecahan botol dan gelas, salah satu pihak diduga menggunakan senjata tajam jenis pisau untuk mengancam lawan.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui Kasi Humas IPTU Endang Sudrajat membenarkan adanya dua laporan tersebut.
“Kedua belah pihak sama-sama melapor,” ujar IPTU Endang Sudrajat saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (21/5/26) kemarin.
Pihak Polsek Ratu Samban menerima laporan pertama. Kemudian disusul laporan kedua yang masuk ke Polresta Bengkulu.
Saat ini tim penyidik Satreskrim Polresta Bengkulu masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi juga mendalami dugaan kepemilikan senjata tajam.
Petugas kepolisian terus mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara. Keterangan saksi-saksi di lokasi juga tengah dikumpulkan.
Proses hukum berjalan ketat guna menentukan pelaku utama. Polisi fokus mencari fakta materiil di balik klaim korban tersebut. (Red)











