Wakil Bupati Lebong bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lebong, personel TNI dari Kodim 0409/Rejang Lebong, Polres Lebong, serta masyarakat dan siswa-siswi SMPN 05 melakukan gotong royong membersihkan lumpur dan puing sisa banjir di SMP Negeri 5 Lebong yang berlokasi di desa Talang Liak II, Jumat (8/5/26).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Air Ketahun. Sejumlah ruang kelas dan lingkungan sekolah dipenuhi lumpur serta material kayu yang terbawa arus banjir.
Wakil Bupati Lebong mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan pascabanjir agar aktivitas masyarakat, terutama kegiatan belajar mengajar, dapat segera kembali normal.
Menurutnya, sekolah menjadi salah satu prioritas penanganan karena menyangkut keberlangsungan pendidikan para pelajar di wilayah terdampak.
“Kami ingin proses belajar mengajar di SMP Negeri 5 Lebong bisa segera kembali berjalan. Karena itu, hari ini seluruh unsur turun langsung bergotong royong membersihkan sekolah dari lumpur dan material sisa banjir,” ujar Wakil Bupati Lebong.
Ia mengatakan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah juga mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang ikut membantu proses pembersihan.
“Kami berharap kondisi sekolah cepat pulih sehingga anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan penanganan di titik-titik terdampak lainnya,” tambahnya.
Selain membersihkan ruang kelas, petugas gabungan juga membersihkan halaman sekolah dan saluran air yang tertutup lumpur. Puluhan personel diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan di lokasi terdampak.
Sementara itu, Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, mengatakan pihaknya siap membantu proses pemulihan wilayah terdampak banjir, termasuk fasilitas publik dan lingkungan masyarakat.
Terpantau hingga Jumat siang, proses pembersihan masih terus dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan aman digunakan siswa maupun tenaga pengajar. (red).











