Pasar Tradisional Blitar Lengang, Komisi 2 DPRD Semprot Kinerja Disperindag

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar – Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, prihatin melihat lesunya aktivitas ekonomi di sembilan pasar utama dan pusat kuliner.

Sembilan pasar tersebut meliputi Pasar Legi, Pon, Wage, Pahing, Dimoro, Templek, Pasar Sepeda, Pasar Loak, hingga Pusat Kuliner Kota Blitar.

Nuhan menegaskan sepinya pasar tidak boleh terus dikambinghitamkan pada faktor belanja daring. Ia menilai ada masalah mendasar pada manajemen dan inovasi Disperindag.

“Hasil pantauan kami, sembilan pasar ini mengalami tren penurunan pengunjung mengkhawatirkan. Disperindag tidak boleh ‘tidur’, harus ada langkah luar biasa,” tegas Nuhan.

Politisi PPP ini memperingatkan jika pola pengelolaan tetap menggunakan cara lama, pasar tradisional di Kota Blitar dipastikan akan habis tergilas oleh zaman.

Nuhan menyoroti pasar tematik seperti Pasar Sepeda dan Loak. Menurutnya, pasar tersebut seharusnya bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata hobi yang menjanjikan.

“Harusnya buatkan festival atau bursa rutin agar orang luar daerah datang. Fasilitas kuliner sudah ada, tapi minim promosi dan kreativitas,” tandasnya.

Sebagai sekretaris bidang ekonomi, Nuhan mendesak pemerintah segera melakukan revitalisasi konsep. Hal ini meliputi aspek digitalisasi, kenyamanan tata ruang, hingga aktivasi acara.

“Komisi 2 akan segera memanggil Disperindag untuk meminta penjelasan strategi penyelamatan pasar. Kami ingin melihat peta jalan yang jelas, bukan sekadar wacana,” paparnya.

Nuhan bersama anggota Komisi 2 berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak). Langkah ini bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan para pedagang yang kian terhimpit.

“Kasihan pedagang kalau kita hanya diam. Retribusi ditarik, tapi keramaian pasar tidak diciptakan oleh pemerintah,” pungkas Nuhan menutup keterangannya. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *