Satujuang, Blitar- Pemerintah Kota Blitar menargetkan omzet miliaran rupiah dari penyelenggaraan Bazar Takjil Ramadan 2026 With Qris untuk menggeliatkan ekonomi lokal.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mendukung pelaku UMKM serta menata aktivitas perdagangan takjil agar tertib dan teratur.
Parminto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, menyampaikan bahwa seluruh aktivitas perdagangan selama Ramadan harus mengikuti ketentuan berlaku.
Para Pedagang Kaki Lima (PKL), khususnya penjual takjil, wajib memiliki izin serta mematuhi aturan lokasi dan jam operasional sesuai Peraturan Wali Kota Blitar Nomor 12 Tahun 2023.
Terkait hal tersebut, Disperindag telah melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang melalui pendekatan door to door ke lapak masing-masing.
“Selain penegakan aturan, Pemerintah Kota Blitar juga memfasilitasi pelaku usaha melalui penyelenggaraan Bazar Takjil Ramadan 2026,” kata Parminto, Rabu (18/2/26).
Parminto menjelaskan, Bazar Takjil Ramadan ini akan berlangsung mulai Hari Pertama Ramadhan, mengikuti keputusan pemerintah (18 atau 19 Februari 2026), hingga H-1 sebelum takbiran, pukul 15.00–18.00 WIB.
“Lokasi utama bazar di sepanjang Jalan Kenanga atau kawasan Alun-Alun Kota Blitar,” jelas Parminto.
Kegiatan ini ditujukan sebagai wadah promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi UMKM di Kota Blitar.
Pendaftaran peserta bazar telah dilakukan secara offline di Kantor Disperindag Kota Blitar.
Persyaratan administrasi meliputi fotokopi KTP dan KK sebagai bukti domisili warga Kota Blitar.
“Pendaftaran tidak dipungut biaya dan proses penentuan peserta tidak didasarkan pada urutan pendaftaran,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pendaftaran Bazar Takjil Ramadan 2026 sangat tinggi.
Hingga penutupan sementara pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai 385 orang, jauh melebihi kuota yang disiapkan sekitar 150 pelaku usaha.
“Dari pendaftaran yang kami buka, tercatat sebanyak 385 warga mendaftar,” ujarnya.
Tingginya angka pendaftar ini menunjukkan bahwa Bazar Takjil Ramadan sangat diminati, khususnya oleh pelaku usaha lokal di Kota Blitar.
Seiring tingginya minat tersebut, Pemerintah Kota Blitar juga menyiapkan penambahan lokasi bazar.
Lokasi tambahan tersebut antara lain di sekitar Pasar Templek serta halaman Pasar Legi, guna mengakomodasi kebutuhan pedagang dan pengunjung.
Parminto menambahkan, pelaksanaan Bazar Takjil Ramadan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Omzet pedagang pada pelaksanaan tahun sebelumnya tercatat mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Tahun 2026 ini, bazar kembali diarahkan tidak hanya sebagai pusat kuliner khas Ramadan, tetapi juga sebagai sarana penguatan UMKM dan penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Blitar mengimbau seluruh pedagang yang terlibat untuk tetap mematuhi ketentuan berlaku.
Pedagang juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kualitas dan higienitas produk yang dijual demi kenyamanan masyarakat.
“Informasi lebih lanjut mengenai Bazar Takjil Ramadan 2026 dapat diakses melalui media sosial resmi @disperindagkotablitar,” pungkasnya. (ADV/kmf/Herlina)











