Satujuang, Batam- Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Ketua TP PKK Erlita Amsakar menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah , menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (4/2/26).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas peran aktif kaum ibu dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kota Batam.
“Saya mengapresiasi ibu-ibu semua,” ujar Amsakar.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme perempuan yang selalu tinggi setiap kegiatan keislaman digelar, dengan jamaah terbanyak didominasi kaum ibu.
Menurutnya, kehadiran perempuan tidak hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi juga menjadi penggerak nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Amsakar menegaskan bahwa peran ibu sangat strategis dalam membentuk karakter generasi penerus yang beriman dan berakhlak.
“Dari ibu-ibu Batam inilah nilai-nilai madani dapat ditransfer kepada anak-anak kita,” tegas Walikota.
Keteladanan seorang ibu di rumah, imbuhnya, menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang beradab, santun, dan kuat imannya.
Menyambut Bulan Suci Ramadan, Amsakar mengajak seluruh masyarakat untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Dirinya mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum memperbaiki kualitas diri.
“Ramadan harus kita sambut dengan persiapan yang matang,” pesan Amsakar.
Walikota juga berpesan untuk menjaga hati, meluruskan niat, dan memperbanyak ibadah agar Ramadan tahun ini lebih berkualitas serta memberi dampak positif dalam kehidupan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Batam sekaligus Ketua Umum ALPPIND Provinsi Kepri, Erlita Amsakar, mengaku terharu sekaligus bangga melihat tingginya antusiasme peserta yang hadir.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai keagamaan.
“Saya rindu sekaligus bangga melihat ibu-ibu hadir dengan semangat yang luar biasa,” ujar Erlita.
Hal ini, kata Erlita, menunjukkan bahwa semangat perempuan Batam dalam kegiatan keagamaan sangat tinggi.
Erlita juga menyoroti berkembangnya majelis taklim di berbagai wilayah sebagai cerminan kuatnya kehidupan religius masyarakat Batam hingga tingkat akar rumput.
Kegiatan Tabligh Akbar ini diisi dengan tausiah yang mengangkat hikmah Isra Mikraj serta pentingnya menjaga kualitas salat sebagai tiang agama.
Melalui momentum ini, diharapkan semangat keagamaan masyarakat semakin menguat dan peran perempuan kian strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, serta Kota Batam yang religius dan berakhlak mulia. (NIP)











