Giliran Bangunan Liar di Pagar Gudang Indomarco Betungan Dibongkar Satpol-PP kota Bengkulu

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Kota Bengkulu- Satpol-PP kota Bengkulu kembali membongkar bangunan liar (Bangli) kali ini giliran bangunan yang berada di pagar gudang milik Indomarco, Kelurahan Betungan, Kamis (22/1/26).

Tindakan tegas namun humanis ini merupakan kelanjutan dari upaya penataan kota yang sedang digalakkan.

Dalam operasi kali ini, petugas Satpol-PP kota Bengkulu tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga membantu warga terdampak mengosongkan tempat tinggal atau lokasi usaha mereka.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa tindakan ini diambil setelah para pemilik bangunan bersedia untuk pindah.

“Hari ini kita melanjutkan lagi untuk membantu pemilik bangunan liar membongkarnya karena tadi mereka sudah pindah dan mengeluarkan barang-barangnya,” jelas Sahat, Kamis (22/1/26) saat dilokasi.

Selain itu, Sahat menekankan pendekatan gotong royong dalam penertiban ini.

Seluruh personel Satpol-PP kota Bengkulu, baik laki-laki maupun perempuan, diterjunkan langsung ke lapangan untuk mempercepat proses pembersihan lahan.

“Satpol PP baik perempuan dan laki-laki semua turun membantu membongkarnya,” tambahnya.

Langkah ini diambil guna memastikan estetika kota tetap terjaga dan fungsi lahan di area Kelurahan Betungan kembali sesuai peruntukannya.

Proses pembongkaran dilaporkan berjalan kondusif tanpa perlawanan warga, mengingat komunikasi dan sosialisasi telah dilakukan sebelumnya.

Seperti diketahui, Satpol-PP kota Bengkulu telah melakukan berbagai operasi besar-besaran untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar serta menata kawasan.

Beberapa titik fokus penertiban yang telah dilakukan meliputi:

  • Operasi Pengembalian Fungsi Jalan dan Trotoar:
    • Di Pasar Minggu, Satpol-PP kota Bengkulu membongkar lapak yang berjualan dipinggir jalan dan mengarahkan untuk pindah berjualan ke dalam pasar PTM di bulan November 2025.
    • Di Pasar Panorama, Satpol-PP kota Bengkulu membongkar bangunan liar dan lapak pedagang yang memakan badan jalan pada 13 dan 19 Januari, bahkan menyiapkan ekskavator untuk bangunan tambahan ruko yang melanggar batas.
    • Penertiban lapak di depan pertokoan, termasuk toko emas, di Jalan KZ Abidin I dilakukan pada 8 Januari untuk memastikan akses pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas.
    • Pada 12 Januari, penertiban pedagang durian dan jasa sol sepatu yang menggunakan Daerah Milik Jalan (DMJ) dilakukan di Jalan Cendana dan Mahoni, di mana ditemukan juga penyalahgunaan meteran listrik PLN.
  • Revitalisasi dan Penataan Kawasan Wisata:
    • Taman Berkas ditata ulang pada 14 Januari untuk pondok-pondok wisata agar lebih rapi, bersih, dan nyaman, dengan pendekatan humanis dan sosialisasi sebelum penertiban fisik guna menjaga fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
    • Pengamanan dan kesiagaan juga dilakukan di Belungguk Point menjelang peresmian ikon wisata baru ini.
  • Ketertiban Umum dan Keamanan Lingkungan:
    • Razia pelajar dilakukan untuk pembinaan puluhan siswa yang membolos di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran, mencegah potensi tawuran dan kriminalitas remaja.
    • Operasi penertiban parkir liar dilakukan di area Simpang Sekip guna mengurai kemacetan.
    • Giat “Memburu Reklame” yang tidak berizin atau habis masa berlakunya juga dilakukan untuk mempercantik wajah kota.
  • Pendekatan Edukatif dan Penguatan Internal:
    • Kasatpol PP, Sahat Marulitua Situmorang, memberikan motivasi kepada siswa di SMPN 24 Kota Bengkulu pada hari pertama sekolah, 5 Januari.
    • Pemerintah Kota Bengkulu juga memperkuat Satpol-PP kota Bengkulu dengan penambahan kendaraan operasional baru agar lebih responsif dalam patroli dan penataan kota.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *