SMAN 5 Kota Bengkulu Akan Keluarkan 42 Siswa, Wali Murid Protes ke DPRD

Satujuang, Bengkulu – Puluhan wali murid SMAN 5 Kota Bengkulu mendatangi gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (19/8/25), menyampaikan protes keras atas kebijakan pihak sekolah yang berencana mengeluarkan 42 siswa baru mereka.

Yang dirasa aneh oleh para wali murid pihak sekola beralasan, siswa-siswa tersebut tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), padahal sudah sebulan mengikuti belajar mengajar.

Kebijakan itu memicu kemarahan wali murid yang merasa anak-anak mereka telah menjadi korban sistem.

“Kami protes dengan kebijakan kepala sekolah SMA 5 mengeluarkan anak kita yang sudah satu bulan belajar. Alasannya tidak terdaftar dalam dapodik, padahal dari awal semua prosedur pendaftaran kami ikuti, dari tes, jalur zonasi, hingga pengumuman kelulusan,” ujar salah satu wali murid saat diwawancarai di gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Ia juga menilai sikap pihak sekolah tidak manusiawi karena pengumuman dilakukan secara lisan di depan anak-anak tanpa adanya surat resmi.

“Ini bisa membuat tekanan psikis pada anak-anak. Kalau memang ada keputusan resmi, harus ada surat tertulis, bukan hanya diumumkan begitu saja,” tegasnya.

Wali murid juga menuding pihak sekolah melakukan intimidasi dengan meminta mereka menandatangani surat pernyataan bersedia menerima jika anaknya tidak terdaftar di dapodik.

“Kami dipaksa tanda tangan surat persetujuan itu. Kalau tidak, anak kami dianggap salah. Ini jelas merugikan,” tambahnya.

Menurut para wali murid, persoalan ini sudah pernah dimediasi bersama kepala sekolah, namun tidak membuahkan solusi.

Karena itu mereka memilih mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu, bahkan mengancam akan melapor langsung ke Gubernur Bengkulu jika tidak ada penyelesaian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 5 Kota Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait dasar kebijakan pengeluaran 42 siswa tersebut.

Disisi lain, ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, saat dikonfirmasi menyebut akan melakukan hearing dengan mereka pada Rabu (20/8) besok.

“Besok insyaallah jam 10.00 WIB kita adakan hearing,” sampai Usin saat ditemui. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *