Pemkot Blitar Resmi Launching 3 Mobil Jenazah, Mas Ibin: Upaya Meringankan Keluarga Duka

Satujuang, Blitar – Pemkot Blitar secara resmi melaunching mobil jenazah gratis sebagai simbol kepedulian, empati, dan komitmen pemerintah kota Blitar untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta hadir dengan kebijakannya sejak warga dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin dalam pidatonya Launching Mobil jenazah, bertempat di UPT Puskesmas Sukorejo kota Blitar, Rabu (9/7/25).

“Kehadiran mobil jenazah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan meringankan beban bagi keluarga yang sedang berduka,” kata Mas Ibin dalam pidatonya.

Lebih lanjut Mas Ibin mengatakan mobil ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjadikan Blitar sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur.

“Tetapi juga kota yang berhati, kota yang peduli, kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan,” jelas Mas Ibin.

Dikatakan Mas Ibin, sebagai insan yang beriman dan bertaqwa, kita
percaya bahwa kita akan menghadapi suatu ketetapan yang hak yaitu kematian.

Pemerintah kota blitar memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk hadir dan memberikan pelayanan terbaik, bahkan di saat-saat paling sulit dan penuh duka.

Pelayanan publik di kota Blitar tidak berhenti pada saat kehidupan terhenti. justru, pada momen momen inilah kehadiran negara dalam hal ini Pemkot Blitar menjadi sangat vital.

“Kota Blitar dengan segala dinamika sosial dan demografinya memiliki karakteristik yang beragam, Kota Blitar adalah kota yang berbudaya, religius, namun juga dihadapkan pada realitas sosial-ekonomi yang heterogen,” tegasnya.

Menurut Mas Ibin, tidak semua lapisan masyarakat memiliki akses atau kemampuan finansial yang setara untuk menghadapi musibah kematian, terutama dalam hal pemulasaraan jenazah dan transportasi jenazah ke tempat peristirahatan terakhir atau
rumah duka.

Biaya transportasi jenazah yang tidak sedikit, kesulitan mencari sarana yang layak, atau bahkan risiko kesehatan jika penanganan tidak dilakukan secara profesional dan higienis.

“Situasi ini dapat menambah kesedihan dan menimbulkan beban psikologis serta finansial yang berat, dari perspektif kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Masih Mas Ibin, Penanganan dan transportasi jenazah yang tidak tepat dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama jika jenazah meninggal karena penyakit menular, ketersediaan fasilitas transportasi jenazah yang layak, cepat, dan higienis.

“Bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga bagian integral dari upaya menjaga kesehatan dan ketertiban umum di kota kita,” tuturnya.

Terakhir Mas Ibin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh
jajarannya, dan semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan program mulia ini.

“Mari kita jaga fasilitas ini sebagai aset bersama, sebagai wujud pelayanan terbaik dari kita, untuk kita, warga kota blitar,” tutupnya. (Herlina/ADV/kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *