Peserta Job Fair Merah Putih 2025: Kalau Cuma Kasih Link, Ya Share Aja Via Online

Satujuang, Bengkulu– Salah seorang pencari kerja yang menghadiri Job Fair Merah Putih 2025 di Balai Raya Semarak menyebut jumlah perusahaan yang dijanjikan berbeda.

Jumlah perusahaan yang hadir di lokasi disebut tidak sesuai dengan klaim ada 40 perusahaan.

“Saya hitung paling 15–20 tenant. Mana yang 40 itu?,” ujar Genta, peserta dari Rejang Lebong.

Selain itu kata dia, kehadiran perusahaan luar negeri ternyata hanya berupa tautan ke situs pencarian kerja online.

Beberapa link yang dibagikan bahkan tidak bisa diakses.

Ada satu link yang terlalu panjang tanpa barcode, sehingga menyulitkan peserta.

“Kalau cuma kasih link, ya share aja via online. Nggak usah bikin orang datang jauh-jauh. Ini buang-buang waktu dan tenaga,” sahut Genta.

Peserta juga kecewa karena tutorial penggunaan web loker hanya diberikan pada 100 peserta pertama. Selebihnya hanya disuruh menonton ulang lewat YouTube.

Redha, peserta lain, mengaku kecewa karena lowongan yang tersedia mayoritas untuk lulusan SMA/SMK.

Sementara untuk diploma dan sarjana, jumlahnya sangat terbatas.

“Kita datang bawa CV, berkas lengkap, berharap besar. Tapi kenyataan di lapangan nggak sesuai sama sekali,” katanya.

Salah satu peserta pingsan di antrean luar saat menunggu giliran masuk, diduga karena kepanasan.

Pemprov mengklaim telah menyiapkan skema online dan ruang konsultasi, namun tidak semua peserta mendapatkan penjelasan yang memadai.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menjelaskan bahwa job fair ini dibagi ke dalam tiga area utama.

Di ruang pertama yang dilengkapi LED, peserta akan mendapatkan pelatihan membuat CV, mengisi lamaran, hingga persiapan wawancara kerja.

Selanjutnya, di ruang kedua, terdapat sesi pertemuan langsung antara pencari kerja dengan pihak perusahaan.

Ia menyebut lebih dari 40 perusahaan turut serta membuka lowongan kerja dalam acara ini.

Sementara di area luar ruangan, tersedia meja konsultasi bagi peserta yang masih membutuhkan arahan atau mengalami kebingungan terkait proses lamaran kerja.

“Di sini pencari kerja bisa langsung wawancara, menyerahkan lamaran, atau sekadar konsultasi. Semuanya kami fasilitasi,” tutup Syarifudin.

Melalui gelaran ini, Pemprov Bengkulu berharap dapat mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan potensi SDM lokal secara lebih efektif dan inklusif. (Faisal)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *