Satujuang, Bengkulu- Job Fair Merah Putih 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu pada 10 April di Balai Raya Semarak menuai banyak keluhan.
Ratusan pencari kerja mengantre berjam-jam di tengah panas, hanya untuk menghadapi sistem antrean yang semrawut.
Sejak pagi, peserta sudah memenuhi halaman samping. Namun panitia justru mengarahkan peserta dari pintu samping untuk lebih dulu duduk.
Banyak yang protes karena merasa didahului oleh peserta yang datang belakangan.
“Panitianya seolah nggak siap. Kita udah capek antre lama, malah disalip begitu aja,” kata Redha, peserta asal Kota Bengkulu, Kamis (10/4/25).
Lebih parahnya lagi, sistem pembagian nomor antrean baru dilakukan saat semua sudah duduk di ruangan.
Hal ini membuat alur jadi kacau dan tidak efisien.
“Harusnya datang langsung ambil nomor. Ini malah nunggu duduk dulu, baru ribut soal antrean,” keluh Genta, peserta dari Kepahiang.
Kondisi antrean yang panjang dan panas juga menimbulkan insiden.
Salah satu peserta dilaporkan pingsan saat mengantri di bawah terik matahari karena terlalu lama berdiri dan minimnya fasilitas pendingin atau tempat teduh.
Di dalam ruangan pun tak lebih baik. Peserta berdesakan, udara pengap, dan sirkulasi minim. Banyak yang memilih keluar untuk menghindari sesak.
Meski begitu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat patut diapresiasi.
“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan di masa depan,” ucapnya dalam rillis yang didapatkan Satujuang. (Faisal)











