Satujuang, Bengkulu- Pulau Enggano 14 hari terisolir dampak dari pendangkalan alur di pelabuhan Pulau Baii kota Bengkulu saat ini menjadi sorotan tajam dari banyak pihak.
Kondisi ini membuat masyarakat Enggano kecewa disaat pengerukan yang dilakukan pihak PT Pelindo belum kunjung sudah malah ditambah acara makan akbar yang digelar mendadak oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan hari ini Rabu (9/4/25).
Sejumlah netizen mengkritik acara makan akbar Helmi Hasan bersama tiktoker Willie Salim dan Ustad Derry Sulaiman tersebut karena dinilai kurang tepat waktunya disaat 4000an lebih warga pulau Enggano sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.
“Gubernur kita lagi live TikTok,” komen akun facebook Yarpin Duinsyah dalam postingan yang diunggah akun Bengkulu Info terkait kondisi pulau Enggano saat ini.
“Gubernur dan bupati nyo lum kengurusi pelabuhan,, mereka lagi majua besamo,,nyo ndag mdkan kudai,” Imbuh akun Depen Suryadi Seluma.
“Mikiri rakyat mending makan2 rendang ikan,duit negara mending boking wilie Salim dri pada ngijoli rakyat,” tulis akun Rian Lamo Tulah.
“Laporrr pak gub…. Ajak wili tu makan2 di enggano…. Pak gub camkoha…… Jgan cumo cari panggung pak,” tulis akun Amin Tanjung.
Seperti diketahui, lebih dari 4.000 penduduk di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan lambannya respons pemerintah terkait ketiadaan transportasi kapal yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Pimpinan kepala suku di Enggano, Milson Kaitora, mengatakan bahwa berhentinya akses transportasi laut di wilayah mereka menunjukkan lambannya tindakan dari pemerintah daerah.
“Masak tidak ada antisipasi dari sebelum-sebelumnya? Kini alur pelabuhan dangkal, dampaknya sudah meluas ke mana-mana. Yang paling merasakan kini, kami orang-orang di pulau,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Kondisi ini mulai berdampak kepada kehidupan masyarakat Pulau Enggano, berdasarakan informasi yang berhasil dikumpulkan Satujuang, kebutuhan pokok mulai langka, BBM tersendat, guru dan siswa tak bisa kembali, mahasiswa gagal kuliah dan petani tidak bisa kirim hasil panen.
Sejumlah harga kebutuhan pokok mulai melonjak tajam, harga bawang sudah mencapai Rp 70 ribu per kilogram, minyak goreng juga sudah naik ke Rp 26 ribu perliter.
Hingga saat ini belum diketahui apa langkah lain dari pihak pemerintah daerah selain mendesak pihak PT Pelindo untuk segera menyelesaikan proses pengerukan pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai.






